Lulusan SMK PP Padang Mangateh Kantongi Kompetensi Level III, Diakui Asia Pasific

Al Imran | Minggu, 19-06-2022 | 16:21 WIB | 69 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Lulusan SMK PP Padang Mangateh Kantongi Kompetensi Level III, Diakui Asia Pasific<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberikan arahan pada kegiatan penyerahan Lulusan Angkatan 40 ke orangtua serta Penyerahan Sertifikat Kompetensi di SMK PP Negeri Padang Mangateh, Sabtu. (humas)

LIMAPULUH KOTA (18/6/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengungkapkan, produksi ternak ruminansia di Sumatera Barat masih rendah. Sementara, permintaan pasar masih banyak yang belum terpenuhi oleh peternak lokal.

"Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Peternakan (SMK PP) Negeri Padang Mangateh di Kabupaten Limapuluh Kota, diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut," ungkap Mahyeldi saat penyerahan Lulusan Angkatan 40 ke orangtua serta Penyerahan Sertifikat Kompetensi di SMK PP Negeri Padang Mangateh, Sabtu.

Bukan tanpa alasan, tantangan ini disampaikan pada 200 siswa lulusan SMK PP Negeri tersebut. Mengingat, para lulusan bukan hanya sekadar lulus sekolah. Namun, mereka telah bersertifikat kompetensi level III yang diakui di kawasan Asia Pasific.


"Atas nama Pemprov Sumbar, saya mengucapkan selamat pada siswa yang telah menamatkan pendidikan. Bahkan telah bersertifikasi yang berstandar Asia Pasific. Ini suatu hal yang luar biasa, jangan main-main dengan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh," terangnya.

"Tentu, kita harapkan para alumni bisa berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di Asia Pasific," ujar Mahyeldi.

Oleh sebab itu, dia meminta, ke depan di SMK PP Negeri Padang Mangateh harus memiliki program khusus penguatan kemampuan bahasa asing para siswa. Minimal dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan satu pilihan bahasa asing lainnya seperti bahasa Jepang atau Korea.

Jika perlu mendatangkan native speaker dari negara bersangkutan, agar lebih cepat pembelajarannya.

Keberadaan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh, tambah Mahyeldi, juga jadi potensi besar untuk mendukung program Pemprov Sumbar dalam upaya menciptakan 100.000 entrepreneur

"Tamatan SMK PP harus jadi pengusaha dan membuka lapangan kerja. Apalagi kebutuhan ternak sangat tinggi. Sumbar hanya mampu memenuhi 60 persen dari permintaan," terangnya.

"Apalagi Sumbar juga menyuplai beberapa provinsi tetangga. Jadi ini peluang pasar yang sangat terbuka. Apalagi alumni yang telah banyak menjadi pengusaha sukses," tambah dia.

Berlaku di Asia Pasific

Kepala SMK PP Negeri Padang Mangateh, Syarbaini dalam laporannya menyampaikan, 200 lulusan tahun 2022 berasal dari tiga jurusan, yakni Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Ternak Unggas, dan Kesehatan Hewan.

Para lulusan juga telah melaksanakan uji kompetensi yang diadakan oleh lembaga sertifikasi profesi level 3, untuk profesi petugas inseminator, profesi operator ayam petelur, profesi petugas unggas pedaging dan petugas profesi penggemukan sapi.

"Sertifikatnya berlaku Asia Pasific dan sertifikatnya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," terangnya.

Sementara itu, Ketua Alumni SMK PP Negeri Padang Mangateh, yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Lereng Gunung Sago (Ikalegusa), M Nurzain, menjawab keinginan gubernur untuk membimbing para alumni, serta mendorong alumni untuk menjadi wirausaha pertanian dan peternakan.

Dikesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara SMK PP Negeri Padang Mangateh, dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Limapuluh Kota, dan BPTU HPT Padang Mangateh.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan Sumbar, drh Erinaldi, Kacabdin Wilayah 4 dan Kepala SMA se-Kabupaten Limapuluh Kota. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar