Kementrian Kominfo Kolaborasikan Potensi Pebisnis Startup Sumbar

Al Imran | Minggu, 19-06-2022 | 19:32 WIB | 170 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Kementrian Kominfo Kolaborasikan Potensi Pebisnis Startup Sumbar<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menerima cenderamata dari Direktur Pemberdayaan Informatika Kementrian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto usai FGD di auditorium gubernuran, Sabtu. (humas)

PADANG (18/6/2022) - Direktur Pemberdayaan Informatika Kementrian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengharapkan, semakin banyak startup yang mampu mendunia dari Sumatera Barat.

Apa yang dihasilkan dari kekayaan dan budaya alam Sumbar maupun solusi-solusi sosial, menurutnya, bisa dibangun bersama jadi sebuah model usaha melalui kolaborasi dengan gerakan 1000 startup digital.

"Sumbar selain membangun startup, diperlukan juga pengenalan dengan para venture capital yang akan melakukan investasi pada usaha startup. Oleh karena itu, melalui gerakan 1000 startup digital, Kemenkominfo akan melakukan pemetaan potensi startup lokal untuk dikembangkan lagi," ungkap dia di Padang, Sabtu.


Kegiatan ini dalam rangka pemetaan isu dan potensi daerah, dalam pengembangan usaha rintisan berbasis teknologi digital. Gerakan 1000 startup digital ini didukung Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementrian Kominfo. Ikut hadir, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy bersama puluhan entrepreneur muda Sumatera Barat pada Focus Group Discussion (FGC) di auditorium gubernuran.

Kementrian Kominfo, terang dia, akan jadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup. "Ada juga program khusus seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar," katanya.

Wakil Gubernur, Audy Joinaldy menyambut, baik kolaborasi yang dihadirkan gerakan 1000 startup digital tersebut. Menurut dia, gerakan ini dapat membantu potensi entrepreneurship pemuda-pemudi Sumbar untuk melakukan meningkatkan skala usaha yang digeluti.

"Pemuda-pemudi Sumbar punya potensi luar biasa, kolaborasi bersama 1000 startup digital dengan ekosistem lokal bisa membantu kita di Sumbar untuk scale up," kata dia.

Ia juga menyinggung program Entrepreneur Success Challenge (ESC) yang digagas bersama Minang Entrepreneur Connect (MEC Sumbar). ESC yang sudah memasuki batch ke-3, menurut Audy, sukses menelurkan pengusaha-pengusaha muda kreatif, yang juga mampu membantu sesama entrepreneur muda lainnya yang tengah merintis usaha.

Selain itu, Audy berpesan, agar para perintis startup digital maupun UMKM segera mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi dan UMKM serta mendaftarkan kepemilikan hak kekayaan intelektual produk ataupun merk yang dimiliki ke Kemenkumham, agar dapat terlindungi secara hukum.

"Jangan lupa di HAKI-kan, supaya produknya secara terlindungi, tidak sulit dan relatif murah, bisa pakai online juga," pesannya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar