Desrio Putra Respon Keluhan Petani dan Warga Surau Gadang Soal Sampah Kiriman dan Banjir

Al Imran | Senin, 20-06-2022 | 18:18 WIB | 70 klik | Kota Padang
<p>Desrio Putra Respon Keluhan Petani dan Warga Surau Gadang Soal Sampah Kiriman dan Banjir<p>

Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Surau Gadang, Okrinaldi dan Pengurus Keltan Sawah Gunung Juaro, Al Uncu serta warga, foto bersama dengan anggota DPRD Sumbar, Desrio Putra yang mengisi masa reses II di Mushalla Ali Bin Said, Ahad malam.

PADANG (20/6/2022) - Pengurus Kelompok Tani Sawah Gunuang Juaro di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Al Uncu mengungkapkan, sampah plastik dan rumah tangga, kerap dibawa air melintasi saluran irigasi teknis di areal persawahan terluas di Kota Padang itu.

Tak jarang, sampah itu masuk dan menumpuk di hamparan sawah. Akibatnya, petani bertanam padi di antara tumpukan sampah plastik. Hal ini mengakibatkan rendahnya produksi.

"Sampah-sampah itu akhirnya menumpuk di saluran irigasi. Hal ini makin parah, karena saluran irigasi tak lagi utuh. Karena, sebagian dari hamparan sawah Gunung Juaro ini, telah berganti jadi perumahan. Seperti, Komplek Permata Surau Gadang, Samitra Garden, Komplek Tri Sandi, Perumahan Gunuang Juaro dan perumahan warga setempat," ungkap Al Uncu saat sesi dialog dengan anggota DPRD Sumbar, Desrio Putra, yang tengah reses masa sidang II, Ahad malam.


Hal ini juga diamini Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Surau Gadang, Okrinaldi. Menurutnya, saluran buang irigasi teknis sawah Gunung Juaro, berakhir di komplek Permata Surau Gadang yang ada di lingkup RT-nya tersebut.

Yang membuatnya makin parah, terang dia, saluran irigasi sawah Gunung Juaro ini tak lagi berakhir di aliran Batang Kuranji. Karena, saluran irigasi yang ada selama ini, sudah hilang akibat dibangunnya perumahan oleh pengembang dan warga setempat.

"Setiap kali pintu air dibuka petugasnya, sudah dipastikan komplek kami ini terendam. Karena, tak hanya debit air yang besar, sampah kiriman juga ikut hanyut yang akhirnya menyumbat saluran drainase di perumahan. Akibatnya, air meluap hingga ke badan jalan. Hal ini makin diperparah, saluran irigasi itu tak tersambung lagi ke Batang Kuranji seperti selama ini," ungkap Okrinaldi.

"Karena luapan air ini terjadi tak memandang cuaca, apakah hujan atau panas, mengakibatkan jalan lingkung rusak berat. Karena, saat tergenang itu masih terus dilalui puluhan kendaraan warga yang lalu lalang setiap hari," tambah dia.

Bahkan, sambungnya, air masuk ke beberapa rumah warga dan melimpah ke jalan. Air tak mengalir lancar, karena jumlah sampah kiriman terlalu banyak. Sampah kiriman pun macam-macam, mulai botol air minum, plastik, pempes bayi, hingga bangkai ayam.

"Warga sudah sering goro membersihkan sampah dan dibantu Dinas Lingkungan Hidup Padang untuk pengangkutannya. Tapi, masalah hanya teratasi sesaat. Setiap kali hujan atau petani membutuhkan air untuk sawahnya, maka masalah itu akan tiba lagi. Dan warga goro lagi. Perputarannya amat cepat. Tiap minggu, warga rutin goro," ungkap Okrinaldi.

Telah Ada DED

Anggota DPRD Sumbar Desrio Putra berterima kasih atas sambutan antusias puluhan warga Kompleks PSG di Mushalla Ali Bin Said. Dia juga berterima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan sehingga bisa mewakili rakyat di DPRD Sumbar.

"Dengan mengunjungi masyarakat seperti ini saya bisa tahu kondisi riil yang dihadapi. Tak hanya ketika kampanye, tapi ketika bertugas sebagai anggota DPRD provinsi pada masa reses saat ini. Datangi masyarakat, serap aspirasi dan perjuangkan sehingga jadi program pemerintah untuk direalisasikan," jelas Desrio.

Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinas Perkim) serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar ini, Desrio menjelaskan, Kompleks PSG ini merupakan akhir dari jaringan Irigasi Gunung Nago.

"Tahun ini, sudah ada DED untuk mengatasi persoalan ini karena terkoneksi dengan Irigasi Gunung Nago. Sedangkan fisiknya nanti, kita minta dinas terkait memasukkan kawasan ini sebagai prioritas pembangunan karena kondisinya mendesak. Untuk itu, saya perjuangkan di Perubahan APBD Sumbar 2022 ini," terangnya.

"Jika anggaran tak tersedia, harus masuk dalam APBD Sumbar 2023 nanti. Apalagi, kata warga tadi, Pak Wagub juga sudah berkunjung ke sini melihat persoalan yang dihadapi warga," tukas Desrio.

Alumni Teknik Sipil Universitas Bung Hatta (UBH) Padang itu meminta untuk jangka pendek ini segera diatasi di hulu. Dinas terkait perlu perhatikan ini di hulu, di pintu air. Agar sampah tidak lagi hanyut ke kompleks ini, maka tangani sampai dari sana.

"Sedangkan untuk melancarkan air dari kompleks ini ke sungai, maka ditangani dulu saluran lepasnya di hilir sehingga tidak tergenang lagi air di sini," pinta mantan Sekretaris PII Sumbar ini.

Aspirasi warga soal jalan lingkung yang rusak itu, juga diresponi baik oleh tokoh pembela pedagang pasar ini. "Insya Allah, diupayakan pada APBD Sumbar 2023, kalau ada celah di APBD Perubahan 2022, di sini kita upayakan," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar