Realiasi Investasi Triwulan I di Sumbar Capai Angka 19,80 persen

Al Imran | Rabu, 22-06-2022 | 17:02 WIB | 151 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Realiasi Investasi Triwulan I di Sumbar Capai Angka 19,80 persen<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi jadi Keynote Speaker dalam Forum Investasi Sumatera Barat Tahun 2022 dengan tema "Optimalisasi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan dalam rangka Meningkatkan Investasi di Sumbar," Selasa. (humas)

PADANG (21/6/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menegaskan, kemudahan perizinan jadi tolak ukur keberhasilan suatu daerah dalam mengelola pelayanan investasi yang kondusif. Oleh sebab itu, Pemprov Sumbar berupaya melakukan kemudahan perizinan melalui sistem elektronik yaitu Online Single Submission (OSS).

OSS merupakan sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik dengan seluruh kementerian/lembaga (K/L) negara, hingga pemerintah daerah (pemda) di Indonesia. Kebijakan ini diambil oleh pemerintah dalam hal untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui pertumbuhan dunia usaha yang selama ini mengeluhkan panjangnya waktu dan rantai birokrasi yang harus dilewati untuk memulai sebuah usaha.

"OSS merupakan perwujudan Cipta Kerja UU No 11 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Penyederhanaan regulasi tersebut salah satunya adalah dengan perizinan untuk melakukan usaha," ungkap Mahyeldi, di Padang, Selasa.


Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat jadi Keynote Speaker dalam Forum Investasi Sumatera Barat Tahun 2022 dengan tema "Optimalisasi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan dalam rangka Meningkatkan Investasi di Sumbar."

Mahyeldi menyebut, ada lima faktor yang mempengaruhi seseorang ingin berinvestasi di suatu daerah. Salah satunya adalah kenyamanan dan suasana yang kondusif dalam berinvestasi. Hal tersebut juga sejalan dengan peran penting kepala daerah yaitu menjamin kemudahan investasi dan perizinan bagi pada pelaku usaha.

"Kuncinya adalah pemerintah harus kompak dalam menciptakan suasana aman, damai dan kondusif. Hal tersebut menjadi kebutuhan penting bagi semua pihak, karena suasana yang kondusif dapat mendorong iklim investasi dan signifikansi dari produktifitas pelaku usaha," paparnya.

Di samping itu, Mahyeldi memaparkan target realisasi investasi Sumatera Barat pada tahun 2022 sebesar Rp5,1 triliun.

"Sampai Triwulan I (Januari-Maret) 2022 realisasi investasi Sumbar sebesar Rp1,01 triliun dengan capaian presentase realisasi investasi sebesar 19,80 persen," ungkap Mahyeldi.

Sedangkan pada tahun 2021 target realisasi investasi Sumatera Barat sebesar Rp4,89 triliun dengan realisasi anggaran sebesar Rp5,16 triliun, sehingga presentasenya mencapi 105,52 persen.

"Melihat hal ini, perlu adanya langkah dan cara untuk meningkatkan realisasi investasi melalui pengawasan, pembinaan, dan pemantauan terhadap perusahaan PMA dan PMDN," katanya.

Dalam hal ini, Mahyeldi melaporkan, saat ini terdapat beberapa pelaku usaha yang belum melaporkan realisasi investasinya. Seperti, perusahaan yang bergerak di bidang sektor perikanan.

Terkait hal ini, Mahyeldi mengimbau untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada seluruh pelaku usaha untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar