Program Bunga Nagari

Andri Warman Serap Aspirasi Nagari Paninjauan

Al Imran | Kamis, 23-06-2022 | 20:13 WIB | 121 klik | Kab. Agam
<p>Andri Warman Serap Aspirasi Nagari Paninjauan<p>

Bupati Agam, Andri Warman menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Tanjung Raya yang dipusatkan di Nagari Paninjauan dalam program Bunga Nagari, Kamis. (humas)

AGAM (23/6/2022) - Program Bupati Ngantor di Nagari (Bunga Nagari) menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Tanjung Raya yang dipusatkan di Nagari Paninjauan. Bupati Agam, Andri Warman di pertemuan menampung segala persoalan masyarakat di sembilan nagari salingka Danau Maninjau. Andri Warman memboyong hampir seluruh kepala OPD di lingkup pemerintah daerah.

Dalam hantarannya, Andri Warman menyebut, Bunga Nagari merupakan upaya untuk menghindari keputusan sepihak terkait pembangunan di nagari-nagari.

"Setiap nagari di Kabupaten Agam memiliki persoalan tersendiri. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu hadir ke nagari untuk merangkum persoalan-persoalan tersebut. Program yang akan dijalankan di nagari pada 2023 nanti, harapannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di nagari," ujar Andri Warman, Kamis.


Selain menampung aspirasi, kehadiran Andri Warman di tengah-tengah masyarakat nagari itu juga dalam rangka mengkampanyekan program revitalisasi Danau Maninjau.

Persoalan revitalisasi Danau Maninjau, sambungnya, sudah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya menilai perlu adanya input dari masyarakat setempat terkait hal tersebut.

"Problem utama Maninjau saat ini adalah persoalan revitalisasi, mari kita rembukan hal ini dan temukan bagaimana penyelesaiannya," ucap dia.

Sementara, Wali Nagari Paninjauan, Tomi Candra Putra mengaku tersanjung mendapat kesempatan jadi tuan rumah Bunga Nagari kali ini.

Dikatakan, kehadiran bupati di tengah-tengah masyarakat membuktikan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap laju pembangunan di nagari.

Disampaikan, saat ini warganya hampir sebagian besar bermata pencaharian sebagai pembudidaya bibit ikan nila. Bahkan, baru-baru ini kementerian terkait menobatkan daerah itu sebagai kampung budidaya nila.

"Kendala yang kami hadapi terkait ini adalah harga jual bibit yang masih rendah, kemudian juga soal pakan ikan nila," sebutnya.

Khusus untuk pakan ikan imbuhnya, warga setempat telah memulai budidaya magot. Menurutnya, selain baik untuk pakan ikan, magot juga upaya mengurangi volume sampah di daerah itu.

"Kami juga memiliki potensi lain untuk dikembangkan, baik di bidang seni, agama, adat dan budaya serta potensi kepariwisataan," ujarnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar