Tim Pengabdian Masyarakat UNU Sumbar Tanam Mangrove di Sungai Pinang

Al Imran | Senin, 27-06-2022 | 23:13 WIB | 812 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Tim Pengabdian Masyarakat UNU Sumbar Tanam Mangrove di Sungai Pinang<p>

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNU Sumatera Barat, Firdaus menanam mangrove di kawasan pantai Nagari Sungai Pinang di Kecamatan Koto XI Tarusan pada kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar selama sebulan, Mei sampai Juni 2022 kemarin.

PESISIR SELATAN (27/6/2022) - Nagari Sungai Pinang di Kecamatan Koto XI Tarusan, jadi lokasi penanaman bibit bibit mangrove oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat.

"Tanaman Mangrove memberikan pengaruh nyata terhadap kelestarian hutan mangrove di kawasan pantai pesisir Sungai Pinang. Namun di balik itu, hukum dan kelembagaan kurang berpengaruh nyata terhadap upaya pelestariannya," ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNU Sumatera Barat, Firdaus di Padang, Senin.

Dikatakan, penanaman mangrove ini melibatkan komunitas Kelompok Wisata Nagari Sungai Pinang (Andespin) yang spesifik pada kegiatan menyelam (diving).


Pada pengabdian masyarakat yang digelar selama 1 bulan sejak 15 Mei hingga 13 Juni 2022 itu, bersama Firdaus juga ikut dosen lainnya, Rifka Zuwanda dan Ari Limay Trisno Putra.

Kemudian, juga dilibatkan dua orang mahasiswa, Alda Andini dan Seltius Saogo.

"Dari kegiatan ini, terlihat bahwa pentingnya pelestarian hutan mangrove terhadap kelansungan hidup biota laut dan masyarakat sekitar. Dari hasil penanaman, akan dirasakan manfaat besar nantinya hingga puluhan tahun kedepan. Bagi masyarakat sekitar, penting untuk kelangsungan hidup biota laut," ungkap Firdaus.

Dikatakan, penanaman mangrove ini dilakukan disesuaikan dengan jarak yang sudah ditentukan, pada titik yang sudah ditandai. Jarak tanam antara satu bibit pohon dengan bibit lainnya, berkisar 1 meter.

"Kegiatan penanaman hutan mangrove, merupakan kegiatan yang perlu dilakukan setiap saat, dengan demikian hutan mangrove akan selalu tumbuh dan berkembang," terang Firdaus.

"Pelestarian hutan magrove ini, bermanfaat untuk kelangsungan hidup biota laut, mencegah abrasi pantai dan sumber mencari makan bagi hewan-hewan kecil dan juga bermanfaat bagi masyarakat nelayan," tambahnya.

Firdaus menilai, diperlukannya penegasan terhadap pelestraian dan pemanfaatan hutan mangrove atau kawasan hutan mangrove bagi masyarakat. Seperti, undang-undang pemanfaatan dan sanksi-sanksi terhadap pelanggaran serta perusakan kawasan hutan mangrove tersebut.

"Juga perlu adanya tatanan, sehingga dapat dijadikan objek wisata cagar alam dan objek penelitian," terangnya.

Sementara, Ketua Andespin, David Hidayat mengucapkan terima kasih, atas kehadiran Tim Pengabdian Masyarakat UNU Sumatera Barat, melakukan pelestarian hutan mangrove bersama masyarakat Nagari Sungai Pinang dan Kelompok Wisata Andespin.

"Semoga kerjasama ini terus berlanjut di masa datang, karena masyarakat akan merasakan manfaatnya positifnya di kemudian hari," terangnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar