Ini Empat Daerah di Sumbar yang Diberlakukan Pembelian Pertalite dan Solar Wajib Terdaftar

Al Imran | Senin, 27-06-2022 | 23:42 WIB | 204 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Empat Daerah di Sumbar yang Diberlakukan Pembelian Pertalite dan Solar Wajib Terdaftar<p>

Salah seorang warga tengah mengisi BBM jenis Pertalite bagi sepeda motornya. Mulai 1 Juli 2022, pertamina mewajibkan seluruh pengendara untuk mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite. (mangindo kayo)

PADANG (27/6/2022) - Implementasi tahap pertama uji coba penerapan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar, mulai 1 Juli 2022 mendatang di Sumatera Barat, akan diberlakukan di empat kabupaten dan kota.

"Keempat daerah tersebut yakni Kota Bukittinggi dan Padang Panjang serta Kabupaten Agam dan Tanah Datar," ungkap Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution dalam siaran pers yang diterima, Senin.

Alfian Nasution mengimbau, untuk kelancaran pendaftaran, diimbau agar pendaftar adalah konsumen yang berada di wilayah implementasi tahap pertama atau yang sering berpergian ke lokasi tahap pertama ini.


Diketahui, konsumen yang berhak mendapatkan solar bersubsidi diatur sesuai Peraturan Presiden No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Juga merujuk Surat Keputusan (SK) BPH Migas No 4 Tahun 2020.

BBM Subsidi merupakan BBM yang diberikan subsidi oleh pemerintah menggunakan dana APBN. Dia memiliki jumlah yang terbatas sesuai dengan kuota. Harganya ditetapkan pemerintah dan diperuntukan untuk konsumen pengguna tertentu.

Jenis BBM yang termasuk dalam dalam subsidi adalah Biosolar dan Pertalite

Pengguna tertentu itu untuk kategori transportasi darat yakni:

  1. Kendaraan pribadi
  2. Kendaraan umum plat kuning
  3. Kendaraan angkutan barang (kecuali untuk pengangkut hasil pertambangan dan perkebuan dengan roda > 6)
  4. Mobil layanan umum : Ambulance, Mobile Jenazah, Sambah dan Pemadam Kebakaran

Kategori Usaha Pertanian

  1. Petani/kelompok tani/usaha pelayanan jasa ala mesin pertanian dengan luas tanah 2 ha SKPD.

Kategori Layanan Umum/ Pemerintah

  1. Krematorium dan tempat ibadah untuk kegiatan penerangan sesuai dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD.
  2. Panti asuhan dan Panti Jompo untuk penerangan sesuai dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD * Rumah sakit type C & D.

Kategori Usaha Mikro / UMKM

  1. Usaha Mikro / UMKM / Home Industry dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD.

Kategori Usaha Perikanan

  1. Nelayan dengan kapal 30 GT yang terdaftar di kementerian kelautan dan perikanan, verifikasi dan rekomendasi SKPD.
  2. Pembudi daya ikan skala kecil dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD.

Kategori Transportasi Air

  1. Transportasi Air dengan Motor Tempel, ASDP, Transportasi Laut Berbendera Indonesia, Kapal Pelayaran Rakyat/Perintis, dengan verifikasi dan rekomendasi Kepala SKPD / Quota oleh Badan Pengatur.

Diberitakan sebelumnya, Provinsi Sumatera Barat, akan jadi salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang akan menjalani uji coba penerapan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Masyarakat bisa mengikuti proses pendaftarannya mulai 1 Juli 2022 mendatang. Provinsi lainnya yakni Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan DI Yogyakarta.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan, dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, ungkap dia, segmen pengguna solar subsidi ini sudah diatur.

"Untuk Pertalite, segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah," ungkap Alfian Nasution dalam siaran pers yang diterima. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar