KPU Sumbar Nilai Masyarakat Makin Rasional Gunakan Hak Pilih

Al Imran | Selasa, 28-06-2022 | 11:07 WIB | 149 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>KPU Sumbar Nilai Masyarakat Makin Rasional Gunakan Hak Pilih<p>

Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani dan anggota, Izwaryani, Gebril Daulay dan Yuzalmon serta Firman (sekretaris KPU) dan jajaran, pada temu media yang digelar di salah satu cafe di Padang, Selasa pagi. (mangindo kayo)

PADANG (28/6/2022) - Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Sumatera Barat, Izwaryani mengapresiasi rasionalitas masyarakat yang semakin baik, dalam menggunakan hak pilihnya dalam ajang pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Di setiap kali ajang pemilihan, kita acap kali membaca berita di media, calon yang main politik uang di daerah tertentu, ternyata tak berbanding lurus dengan suara yang diperoleh. Ini menandakan politik uang tak relevan lagi, masyarakat makin melek politik," ungkap Izwaryani di Padang, Selasa pagi.

Pernyataan ini disampaikan Izwaryani saat temu media KPU Sumbar dengan wartawan media cetak, elektronik dan siber di Sumatera Barat.


Hadir di temu media ini, Ketua KPU Sumatera Barat, Yanuk Sri Mulyani dan anggota, Gebril Daulay dan Yuzalmon. Juga hadir Sekretaris KPU Sumbar, Firman beserta sejumlah staf.

Di kesempatan itu, Izwaryani berharap, media massa berperan meluruskan kembali persepsi masyarakat terhadap KPU.

Dimana, opini masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu masih negatif, dekat dengan perilaku curang.

Kalau ditelisik lebih dalam, terangnya, peluang penyelenggara Pemilu untuk berbuat curang nyaris tak ada.

Karena, di tingkat TPS, ada saksi partai dan pengawas lapangan dari Bawaslu yang mengawasi langsung proses pemungutan dan penghitungan suara.

Hal serupa juga terjadi dalam proses rekapitulasi hasil perolehan suara secara berjenjang, mulai dari kecamatan hingga pusat.

"Peluang curang itu nyaris tak ada. Sepertinya, persepsi adanya kecurangan di tingkat penyelenggara, tak lepas dari trauma masa lalu," terang Izwaryani.

"Terkait kecurangan ini, saya ingin mengutip pernyataan Pak Prof Mahfud MD yang mengatakan, kecurangan di pemilu sudah berada di level horizontal yakni di antara peserta pemilu," tambahnya.

Wajib Sosialisasikan

Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani mengatakan, penyelenggara berkewajiban untuk menyosialisasikan program dan tahapan Pemilu 2024 pada masyarakat.

"Pagi ini kita sengaja mengundang rekan-rekan media cetak, elektronik dan online, dalam rangka menyosialisasikan program dan tahapan Pemilu 2024 pada masyarakat pascadiluncurkan beberapa waktu lalu," ungkap Yanuk.

"Secara umum, regulasinya masih sama dengan penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu. Saat ini, sedang dalam tahapan pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu," tambahnya.

Sementara, Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Gebril Daulay mengungkapkan, pendaftaran calon peserta Pemilu 2024 secara sentralistik di KPU pusat.

Kemudian, proses pendaftaran ini melalui aplikasi sistem informasi partai politik (Sipol), sehingga konsep paper less bisa diterapkan.

Bawaslu juga diberikan akses untuk mengawasi semua tahapan pendaftaran hingga ditetapkan sebagai peserta pemilu.

"Sampai saat ini, sudah ada 26 partai yang memiliki akun di Sipol. Dengan lebih awal memiliki akun Sipol, berimbas pada makin panjangnya waktu untuk proses pengunggahan dokumen persyaratan sebagai peserta Pemilu 2024," terang Gebril.

Gebril menegaskan, dengan aplikasi Sipol, proses pendaftaran jadi peserta Pemilu 2024 jadi lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel.

Sedangkan Ketua Divisi Data KPU Sumbar, Yuzalmon mengungkapkan, program dan tahapan Pemilu 2024 terbilang panjang, hampir dua tahun. Sementara, masa kampanye lebih pendek dari sebelumnya, jadi sekitar 7 bulan.

"Masa kampanye yang lebih singkat ini, merupakan tantangan tersendiri di Pemilu 2024," terangnya.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar atau.memastikan dirinya tersadaftar sebagai pemilih, KPU juga menyediakan aplikasi Sidalih (Sistem informasi data pemilih) yang bisa diakses melalui desktop maupun perangkat mobile. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar