Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijah 1443H Jumat Besok, Ini Niat Puasa dan Keutamaan Amalan Sunnahnya

Al Imran | Kamis, 30-06-2022 | 15:40 WIB | 168 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijah 1443H Jumat Besok, Ini Niat Puasa dan Keutamaan Amalan Sunnahnya<p>

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi memberikan ketenangan pers hasil sidang isbat Iduladha 1443H, Kamis sore. (humas)

JAKARTA (30/6/2022) - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat (1/7/2022). Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1443 H jatuh pada Ahad (10/7/2022).

"Sidang isbat telah mengambil kesepakatan bahwa tanggal 1 Zulhijah tahun 1443 Hijriah ditetapkan jatuh pada Jumat tanggal 1 Juli 2022," tutur Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi dalam siaran pers yang diterima usai Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Rabu siang.

"Dengan demikian Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh pada 10 Juli 2022," imbuh Zainut Tauhid.


Ia menjelaskan, keputusan itu didasarkan dari pantau hilal di 86 titik seluruh wilayah Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan rapat sidang isbat.

Menurutnya, proses pengamatan hilal ini menjadi pertimbangan penting dalam sidang isbat.

"Dari 34 provinsi yang telah kita tempatkan pemantau hilal, tidak ada satu pun dari mereka yang menyaksikan hilal," jelasnya.

Dengan adanya kepastian tanggal 1 Dzulhijjah, dalam Kitab Durratun Nashihin sebagian ulama mengatakan bahwa jika seseorang memuliakan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan puasa, maka Allah akan memuliakan dengan 10 kemulian sebagai berikut:

  • 1. Keberkahan dalam umur
  • 2. Tambahan harta
  • 3. Dosa-dosa dihapus
  • 4. Kebaikan dilipatgandakan
  • 5. Mudah dalam menghadapi sakratul maut
  • 6. Kuburan bercahaya
  • 7. Amal timbangan berat nanti dihari kiamat
  • 8. Selamat dari siksa neraka
  • 9. Keluarganya dilindungi
  • 10. Ditempatkan di surga yang tinggi.

Ada tiga jenis puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah, untuk dikerjakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Tentunya puasa ini berbeda dengan pelaksanaan puasa pada bulan Ramadhan.

Perbedaanya terdapat pada jumlah hukum puasa dan niatnya saja. Untuk waktu makan sahur dan waktu berbuka puasa tetap sama dan tidak ada yang berbeda. Berikut amalan puasa yang bisa dikerjakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah yang dilansir dari berbagai sumber: Amalan sunah pertama dinamakan puasa sunah Dzulhijjah. Puasa ini dikerjakan dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah atau sejak hari Kamis tanggal 30 Juni sampai dengan hari rabu tanggal 7 Juli 2022. Untuk bacaan niat puasanya sebagai berikut:

"Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta'aalaa."

Artinya : "Saya niat puasa Sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala." Kemudian yang kedua puasa sunah Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah atau pada hari Kamis tanggal 7 Juli 2022.

Dalam riwayat Hadist Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa yang menjalankan puasa Tarwiyah maka akan dihapus dosa satu tahun silam yang terlewati."

Untuk bacaan shalat niat puasanya sebagai berikut:

"Nawaitu Shouma Tarwiyata Sunnatan Lillahi Ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa Sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Dan yang terakhir puasa dihari ke 9 Dzulhijjah yaitu puasa Arafah pada hari Jum'at tanggal 8 Juli 2022.

Keutamaan puasa Arafah tertuang dalam riwayat Abu Qatadah Rahimahulah. Nabi Muhammad bersabda, "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang". (HR Muslim).

Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:

"Nawaitu Shouma Arafata Sunnatan Lillahi Ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."

Amalan yang dianjurkan pada bulan ini adalah ibadah haji bagi yang mampu melakukannya; shalat Idul Adha dan ibadah kurban bagi yang mampu.

Tidak hanya itu, pada 10 awal Dzulhijah juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunah semisal puasa dan zikir. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar; "Ketahuilah bahwa disunahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunahkan."

Dalil anjuran memperbanyak zikir di 10 awal Dzulhijjah ini adalah Surat Al-An'am ayat 28: "Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan...."

Sebagaimana dikutip Imam an-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi'i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma'lumat di sini adalah 10 pertama Dzulhijjah.

Selain itu, dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR Ahmad).

Berdasarkan penjelasan di atas sebagaimana dilansir nu.or.id, memang dianjurkan memperbanyak zikir pada 10 pertama Dzulhijjah. Memperbanyak zikir lebih diutamakan lagi pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah, apalagi bagi jamaah haji. Di antara zikir yang diperbanyak adalah melafalkan tahlil, takbir, dan tahmid. Wallahu a'lam. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar