Yuk Meriahkan Hari Bhayangkara Polri ke-76 dengan Twibbon di Artikel ini

Al Imran | Kamis, 30-06-2022 | 18:20 WIB | 521 klik | Nasional
<p>Yuk Meriahkan Hari Bhayangkara Polri ke-76 dengan Twibbon di Artikel ini<p>

Link Download Twibbon HUT Bhayangkara Ke-76 Tahun 2022 (Twibbonize.com)

PADANG (30/6/2022) - Setiap tanggal 1 Juli, keluarga besar Polisi Republik Indonesia (Polri) merayakan hari kelahirannya yang dikenal dengan nama Hari Bhayangkara. Pada tahun 2022 ini, merupakan perayaan yang ke-76.

Tema peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-76 kali ini adalah 'Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tanggu, Indonesia Tumbuh.'

Dilansir dari twibbonize.com, berikut ini 15 link Twibbon untuk memeriahkan Hari Bhayangkara Polri ke 76:


Cara pasang twibbon ini sebagai berikut:

  • 1. Pilih salah salu link Twibbon dengan bingkai yang Anda sukai.
  • 2. Kemudian klik pilih foto yang tersedia dibawah bingkai Twibbon.
  • 3. Geser foto yang telah Anda pilih sesuai dengan posisi yang menurut Anda tepat.
  • 4. Setelah itu klik 'selanjutnya'.
  • 5. Foto akan dikompres, setelah itu klik 'Unduh'.
  • 6. Foto anda dengan bingkai Hari Bhayangkara Polri ke 76 siap untuk dijadikan status di Media Sosial.

Dikutip dari laman polri.go.id, tema HUT bhayangkara 2022 yang ke-76 ini adalah "Polri yang presisi mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia tangguh-Indonesia tumbuh". Dari tema yang diambil ini tertanam harapan untuk nantinya polri dapat mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi. Apalagi setelah pandemi covid-19 seperti saat yang sangatlah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Sejarah HUT Bhayangkara

Dikutip dari laman polri.go.id, inilah sejarah Bhayangkara dari sebelum kemerdekaan hingga saat ini:

Sebelum Kemerdekaan

Pada jaman kerajaan Majapahit, Patih Gajah Mada membuat pasukan pengaman dengan Bhayangkara untuk melindungi raja dan kerajaan. Hingga pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan di awali dengen dibentuknnya pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang pribumi untuk melindungi aset dan kekayaan Eropa di Hindia Belanda. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja).

Pada masa ini juga ada pembatasan jabatan antara kepolisian Belanda dan Pribumi. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi. Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Pada masa kedudukan Jepang, pihak Jepang membagi wilayah kepolisian Indonesia menjadi beberapa yaitu Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Sumatera di Bukit Tinggi, Indonesia Timur di Makassar dan Kalimantan di Banjarmasin. Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia dan didampingi polisi Jepang.

Setelah Kemerdekaan

Pada tahun 1945-1950, Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang.

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung. Hingga pada tanggal 1 Juli 1946 Djawatan Kepolisian Negara bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri setelah turun Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

Dengan mengetahui sejaran kemudian tema yang diambil di tahun 2022 yang memiliki makna untuk membantu membangkitkan perekonomian yang ada di Indonesia, mengingat setelah pandemi, perekonomian Indonesia mengalami penurunan, pembaca bisa memahami lebih utuh peluang dan tantangan Polri dalam kemajuan bangsa kedepan. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar