Irjen Teddy Minahasa Hibahkan Benda Pusaka Berusia 500 Tahun Usai Pengukuhan Gala Kehormatan

Al Imran | Jumat, 01-07-2022 | 20:45 WIB | 358 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Irjen Teddy Minahasa Hibahkan Benda Pusaka Berusia 500 Tahun Usai Pengukuhan Gala Kehormatan<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mrmberikan sambutan pada pengukuhan gala (gelar) kehormatan Tuanku Bandaro Alam Sati pada Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra dan gala kehormatan Puti Sibadayu Alam, pada Merthy Kushandayani Teddy, di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, Jumat. (humas)

TANAH DATAR (1/7/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, momentum pengukuhan gala kehormatan adat atau sangsako ini, harus dimaknai sebagai wujud dari penghargaan yang harus diberikan kepada seseorang yang dinilai berperan penting dan berjasa untuk Sumatera Barat.

Hal itu dikatakan Mayeldi saat menghadiri pengukuhan gala (gelar) kehormatan Tuanku Bandaro Alam Sati pada Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra dan gala kehormatan Puti Sibadayu Alam, pada Merthy Kushandayani Teddy, di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, Jumat.

"Selamat kepada Bapak Kapolda dan Ibu. Semoga mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," harap Mahyeldi.


Pengukuhan gala kehormatan adat ini, menurut Manyeldi, juga menjadi suatu keberkahan tersendiri bagi Sumbar karena bertepatan dengan Hari Bhayangkara.

Kemudian, juga ikut dihadiri sedikitnya 3.000 pecinta motor yang tergabung dalam Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang diketuai Kapolda Sumbar.

"Seseorang ketika sudah dikukuhkan untuk sebuah gelar adat, ditempatkan pada posisi yang terhormat dan mempunyai tanggungjawab yang cukup besar terhadap Minangkabau yang kita cintai ini."

"Sebagai pemimpin, seorang yang bergelar adat juga wajib hukumnya mengetahui serta memahami nilai-nilai adat," tambahnya.

Beberapa sikap pemimpin yang harus dijaga, sambung gubernur, adalah dilarang berkata yang tidak baik, harus senantiasa benar dalam bersikap dan berucap, dilarang marah hingga lepas kontrol, serta konsekuen dan konsisten.

Dikesempatan itu, Mahyeldi juga mengajak segenap pemangku kepentingan di Kabupaten Tanah Datar, termasuk LKAAM Sumbar dan niniak mamak untuk mendukung pembangunan di Tanah Datar, khususnya pelebaran jalan, sehingga Tanah Datar bisa dikunjungi oleh wisatawan yang datang menggunakan bis berukuran besar.

Sebelumnya, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Dt Nan Sati menyampaikan, pemberian gelar kehormatan oleh Kaum Angku Dt Bandaro Kayo (Tampuak Tangkai Alam Minangkabau) kepada Kapolda Sumbar, karena dinilai telah banyak memberikan sumbangsih dan perhatian pada Sumbar.

Di antaranya, berhasil menyelamatkan anak kemenakan di Sumbar dengan vaksinasi, memberantas penyakit masyarakat, meningkatkan marwah niniak mamak dengan program restorasi justice serta berhasil membina masyarakat yang terlanjur bergabung dengan organisasi terlarang NII.

Sementara, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Tuanku Bandaro Alam Sati dalam sambutannya usai prosesi pengukuhan menyampaikan apresiasi yang tinggi, atas pemberian gelar tersebut.

Dia berjanji, akan menjaga amanah tersebut dan tetap menjaga silaturahmi meskipun nanti tidak lagi bertugas di Sumbar.

"Saya dan istri sungguh merasa terhormat dan apresiasi yang tinggi atas pemberian gelar adat Minangkabau."

"Kami akan menyertai dengan tanggungjawab sebagai bagian dari keluarga besar Minangkabau yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, konsisten dan konsekwen," ujar Irjen Teddy.

Dia juga memaparkan hubungan sejarah Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Dharmasraya dan Kerajaan Singosari, sebagai silsilah. Menurutnya, silsilah dari Keturunan Kerajaan Singosari itu menjadi ikatan emosional tersendiri bagi dirinya.

Sebab, Raja Pagaruyung, Adityawarman merupakan anak dari Panglima Perang Kerajaan Singosari yang menikah dengan Putri Kerajaan Dharmasraya.

Sehingga, dalam kesempatan pengukuhan ini, Irjen Teddy juga menghibahkan benda pusaka Raja Raja Minangkabau yang selama ini dirawat dan dijaga oleh leluhur beliau yang telah berusia 500 tahun lebih.

"Saya melihat geografis Sumbar sangat indah dan nilai budaya luhur di Minangkabau juga tak kalah. Karena itu saya ingin mengembangkan destinasi wisata yang tak hanya geografis, tapi juga dari sisi budaya."

"Sebelumnya, saya pernah lakukan hal serupa di banten. Sumbar juga punya potensi yang lebih banyak," kata dia.

Tampak hadir dalam prosesi tersebut sejumlah kepala daerah di antaranya Bupati Solok, Bupati Limapuluh Kota, Bupati Dharmasraya, Walikota Padang Panjang, Walikota Bukittinggi.

Turut hadir pula sejumlah pengurus HDCI, Ketua KAN, Niniak Mamak, Panghulu, dan Bundo Kanduang se Kabupaten Tanah Datar. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah