Mahyeldi Promosikan Nasi Kapau ke Biker HDCI, Rasanya Hanya Dua; Lamak dan Lamak Bana

Al Imran | Sabtu, 02-07-2022 | 23:35 WIB | 310 klik | Kota Bukittinggi
<p>Mahyeldi Promosikan Nasi Kapau ke Biker HDCI, Rasanya Hanya Dua; Lamak dan Lamak Bana<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi di antara penjual Nasi Kapau yang berdagang di sela kegiatan HDCI SBW 2022 di Lapangan Wirabraja (Kantin) Bukittinggi, Sabtu. (humas)

BUKITTINGGI (2/7/2022) - Nasi Kapau merupakan salah satu kuliner paling dicari wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Harga jual Nasi Kapau memang lebih mahal dibanding jenis lainnya.

Walaupun lebih mahal, tetap saja dicari wisatawan lokal maupun nasional bahkan internasional. Penyebabnya, tak lain soal termanjakannya lidah para penikmatnya.

"Dunsanak, ado yang pernah makan Nasi Kapau? Baa Rasonyo," begitu kata Gubernur Sumbar., Mahyeldi, memancing tanya warganet, dalam sebuah unggahan di akun facebook pribadinya, Sabtu.


Unggahan tersebut disukai 333 orang dengan 14 komentar dan 7 kali dibagikan. Kira-kira, arti kalimat yang dilempar Mahyeldi mengenai siapa saja yang telah merasakan Nasi Kapau.

Pertanyaan itu, langsung dijawab Mahyeldi dengan kalimat yang cukup menohok banyak orang. "Kalau di Ambo, yang partamo lamak, Yang kaduo lamak bana."

Artinya, Mahyeldi memastikan dirinya telah sering memakan Nasi Kapau. Rasanya hanya dua. Enak dan sangat enak.

Di akhir unggahan, gubernur Sumbar yang juga mantan Wali Kota Padang itu, melontarkan sebait pantun dengan lirik, "Ikan Hiu Makan Tomat, Selamat Weekend di Sumatera Barat."

Pesan ini bisa jadi, ditujukan Mahyeldi pada 4.000 biker yang tergabung dalam Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang menggelar iven 5th Sumatera Bike Week (SBW) 2022. Iven ini dipusatkan di Lapangan Kantin (Wirabraja-red) Kota Bukittinggi selang tiga hari di akhir pekan ini.

Menurut Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, kunjungan bikers HDCI dalam iven bertajuk 5th SBW 2022 ini, akan memberikan multiplayer efek bagi penduduk kota itu pascadihempas Pandemi Covid19 dalam rentang waktu dua tahun terakhir.

"Setidaknya, ada Rp34 miliar transaksi sejak digelarnya kegiatan SBW 2022 ini. Recovery industri pariwisata Bukittinggi, diharapkan dapat lebih optimal setelah gelaran HDCI ini," harap Erman. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar