Penyanyi Tuna Netra Tampil Memukau di Ajang Festival Penyanyi Minang

Al Imran | Sabtu, 02-07-2022 | 23:47 WIB | 121 klik | Kab. Agam
<p>Penyanyi Tuna Netra Tampil Memukau di Ajang Festival Penyanyi Minang<p>

Penyanyi Minang dari disabilitas, Ahmad Fauzan bersama kedua orang tuanya, usai tampil di ajang Festival Penyanyi Minang se-Sumatera Barat, di Lapangan Tenis Indoor Lubuk Basung pada Sabtu. (humas)

AGAM (2/7/2022) - Festival Penyanyi Minang se-Sumatera Barat diikuti Puluhan penyanyi dari berbagai daerah. Iven yang digelar Lapau Seni Lubas di Lapangan Tenis Indoor Lubuk Basung pada Sabtu itu, salah satunya diikuti penyanyi tuna netra.

Ya, Ahmad Fauzan (22), penyanyi asal Bulakan, Lubuk Basung ini, sukses mencuri perhatian ratusan pasang mata. Pasalnya, Fauzan merupakan satu-satunya peserta penyandang disabilitas pada ajang tarik suara itu.

Ahmad Fauzan dengan nomor lot 13, tampak sukses membawakan lagu 'Balam Pamutuih Tali' ciptaan Sexry Budiman. Suara khas Fauzan, mampu menghipnotis juri dan ratusan penonton.


"Tampil di depan penciptanya langsung, cukup grogi juga, cuma saya harus tampil maksimal," ujarnya usai unjuk kebolehan dihadapan tiga juri, salah satunya Sexry Budiman.

Orang tua Fauzan, Medi Satria bercerita, anak keempatnya itu mengalami masalah penglihatan sejak lahir. Meski berkebutuhan khusus, Medi mengaku anak kesayangannya itu memiliki kelebihan di tarik suara.

Medi kerap membawa anaknya itu ke berbagai ajang menyanyi. Diungkapkan, Medi pernah mewakili Sumatera Barat di ajang FLS2N ketika masih dibangku kelas 4 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Lubuk Basung.

"Di kabupaten menang, demikian juga provinsi, akhirnya dikirim ke NTB untuk mewakili Sumatera Barat," ungkapnya.

Dikatakannya, masuk dapur rekaman merupakan motivasi anaknya pada Festival Penyanyi Minang Se-Sumatera Barat yang digelar Lapau Seni Lubas itu.

"Kami mendengar kalau bisa juara maka akan dapat tiket rekaman gratis. Ini salah satu motivasi kami ikut lomba ini," ujarnya.

Ditambahkan Medi, selain Fauzan, anak bungsunya juga mengalami persoalan pada penglihatan. Sebagai orang tua, dia terus mendukung bakat anak-anaknya, termasuk di tarik suara.

Soal kemampuan tarik suara, Medi mengaku anaknya hanya belajar secara otodidak. Bakatnya mulai tampak saat guru di SDLB Lubuk Basung memintanya untuk bernyanyi.

"Setelah lulus dari SMKN 7 Padang, Fauzan masih terus bernyanyi. Dia sekarang sering diajak pemilik orgen, untuk bernyanyi di tempat-tempat pesta," katanya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar