Swasta Tak Lagi Kewenangan Provinsi, Rencana Bantuan Uang Komite Bukittinggi Terganjal

Al Imran | Minggu, 03-07-2022 | 11:10 WIB | 198 klik | Kota Bukittinggi
<p>Swasta Tak Lagi Kewenangan Provinsi, Rencana Bantuan Uang Komite Bukittinggi Terganjal<p>

Ilustrasi.

BUKITTINGGI (3/7/2022) - Sekolah swasta setingkat menengah atas di Kota Bukittinggi, pada tahun anggaran 2022 tidak menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Sementara, Pemprov Sumbar juga menyatakan, sekolah swasta setingkat menengah atas, bukan tanggung jawabnya pula.

"APBD Bukittinggi telah menyediakan BKK untuk siswa setingkat sekolah menengah atas/sederajat di tahun anggaran 2022 ini. Dengan adanya surat provinsi itu, mengakibatkan dana BKK itu tidak bisa dimanfaatkan siswa yang sekolah di swasta," ungkap Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Bukittinggi, Jeki, Jumat.

Diketahui, APBD Bukittinggi 2022 mengalokasikan dana Rp13 miliar lebih dalam bentuk BKK, yang akan digunakan untuk bantuan uang komite bagi siswa ber-KTP Bukittinggi di seluruh sekolah tingkat menengah atas.


"Bila Pemko Bukittinggi tetap berkeinginan untuk memberi bantuan iuran uang komite bagi siswa yang bersekolah di swasta, tentunya perlu membuat regulasi baru lebih dulu," ungkap Jeki.

Bisa saja, tambah Jeki, bentuk bantuan iuran uang komite bagi siswa bersekolah di swasta, semacam hibah langsung dari Pemko Bukittinggi ke sekolah yang bersangkutan.

Ia mengatakan, khusus bagi siswa yang sekolah di negeri, bantuan iuran uang komite tinggal disalurkan, yang tengah dalam prosesnya.

"Yang pasti, bentuk perjanjian Pemko Bukittinggi dengan pemerintah provinsi sudah ada. Mungkin pembayaran dibayarkan langsung dari Januari 2022 hingga 10 bulan ke depannya," paparnya.

Jeki menyampaikan, sedikitnya terdapat 4.659 siswa di Bukittinggi bakal mendapatkan bantuan iuran komite sekolah.

"Mereka tersebar di lima sekolah SMA, dua SMK dan satu SLB," paparnya.

Data penerima BKK untuk iuran komite itu, ujar Jeki, di SMAN 1 sebanyak 756 siswa, SMAN 2 (781 siswa), SMAN 3 (809 siswa), SMAN 4 (621 siswa) dan SMAN 5 (757 siswa).

Kemudian, di SMKN 1 (374 siswa), SMKN 2 (505 siswa) dan SLBN (56 siswa).

Diketahui, BKK yang dialokasikan di APBD Bukittinggi tahun anggaran 2022 itu untuk menyukseskan program bantuan iuran uang komite bagi siswa SMA sederajat.

Bantuan ini merupakan bagian dari Visi Bukittinggi Hebat yaitu Hebat dalam Sektor Pendidikan sebagaimana telah dituangkan dalam Perda RPJMD Bukittinggi 2021-2026.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Melfi menyampaikan, besaran bantuan itu maksimal Rp200 ribu per siswa per bulan bagi siswa SMK. Sedangkan siswa SMA dan SLB, dialokasikan maksimal Rp150 ribu per siswa per bulan.

Penerimanya, menurut Melfi, adalah seluruh siswa sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki Kartu Keluarga (KK) atau KTP Bukittinggi. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah