UMKM Sumbar Mesti Masuk Pasar Digital, Nevi Zuairina: Segera Urus SNI

Al Imran | Selasa, 05-07-2022 | 08:49 WIB | 139 klik | Kota Bukittinggi
<p>UMKM Sumbar Mesti Masuk Pasar Digital, Nevi Zuairina: Segera Urus SNI<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina foto bersama dengan peserta Sosialisasi Peran Standar Nasional indonesia (SNI) dan Penilaian Kesesuaian bagi Pelaku UMKM di Bukittinggi, Senin.

BUKITTINGGI (4/7/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina mengatakan, Bukittinggi sebagai etalase produk di Sumbar, harus dimanfaatkan pelaku UMKM semaksimal mungkin.

"Tidak ada kata menyerah meski dalam kondisi pandemi covid-19, pelaku UMKM harus bangkit dan tidak tidur usahanya," kata Nevi di Bukittinggi, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Nevi saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Peran Standar Nasional indonesia (SNI) dan Penilaian Kesesuaian bagi Pelaku UMKM.


Acara ini digelar bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mengembangkan standar nasional Indonesia di sektor UMM.

Kegiatan sosialisasi dalam bentuk seminar dan pelatihan ini, diikuti sebanyak 101 orang peserta dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.

Menghadirkan pembicara Koordinator Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN, Banu Sinarmala dan CEO PT Toko Mutu indonesia, Pramudita Widhi Wasistha.

Tujuan kegiatan ini di antaranya meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, menekan (mengurangi) biaya menaikkan keuntungan, menaikkan daya saing UKM dengan industri besar, memperluas pangsa besar (lokal dan ekspor) dan harus memenuhi regulasi Pemerintah.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menegaskan, yang jadi salah satu hal yang disinergikan antara pemerintah dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas UMKM di antaranya BSN memfasilitasi kembangkan produk lokal di Sumbar.

Dengan hadirnya BSN ini diharapkan, UMKM Sumbar dapat naik kelas ke platform digital dengan pemanfaatan Marketplace masuk pada akses pangsa ekspor yang memenuhi Perizinan Tunggal (OSS) berbasis K3L.

Fasilitasi Pendampingan Penerapan SNI pada UMKM dilakukan BSN mengacu pada UU No 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, PP No 33 Tahun 2018 serta Perpres No 4 Tahun 2018.

"Saya mengharapkan, di masa datang, para pelaku UMKM mendapatkan sertifikat halal. Untuk mewujudkan kondisi yang ideal, perlu ada komitmen bagi pelaku pelaku UMKM untuk menjadikan semua usahanya tersertifikasi secara legal dan formal."

"Kita bisa atau tidaknya menjadi negara maju, para pelaku UMKM harus memanfaatkan penjualan dan pemasarannya secara Online untuk mengikuti perkembangan zaman."

Kedepannya, ungkap Nevi, semoga terjadi percepatan ekonomi Indonesia 2045 dengan peningkatan Ekspor yang terakreditasi oleh SNI.

Politisi PKS ini memberi saran kepada para pelaku UMKM, agar penerapan SNI tidak dipandang sebagai beban bisnis ataupun sebagai pekerjaan tambahan yang memberatkan.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar, dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta, dan memberi manfaat dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional, khususnya di Sumatera Barat," tutur Nevi Zuairina.

Menurut Nevi, SNI ini akan sangat bermanfaat dan membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing dan konsistensi memberi kepuasan konsumen. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar