Peristiwa Langka, Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Padang Panjang

Al Imran | Selasa, 05-07-2022 | 14:46 WIB | 334 klik | Kota Padang Panjang
<p>Peristiwa Langka, Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Padang Panjang<p>

Sejumlah ASN Pemko Padang Panjang dan masyarakat, menyaksikan Bunga Bangkai yang telah mekar sempurna di gerbang masuk Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Selasa. (kominfo)

PADANG PANJANG (5/7/2022) -- Satu pokok Bunga Bangkai mekar sempurna di Padang Panjang, Selasa ini. Bunga dengan nama latin Amorphophallus Titanum itu, tumbuh di gerbang masuk Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM).

Tongkol Bunga Bangkai ini tampak menjulang setinggi hampir dua meter. Sementara, kelopaknya mengembang sempurna dengan warna merah darah.

"Bunga yang menyebarkan bau busuk untuk memancing serangga ini, merupakan tanaman yang dilindungi sesuai dengan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar," ungkap Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Yetty Sofyan, Selasa.


Dikatakan, sebelum masuk ke fase generatif, bunga ini akan melewati masa vegetatif lebih dari dua tahun. Untuk mekar sempurna ini, hanya berlangsung sehari saja. "Tapi, masih bisa bertahan sampai tujuh hari sebelum terkulai layu," ungkap Yetty Sofyan.

Semula, tunas bunga ini terpantau tim Dinas Perkim LH pada 24 Juni lalu, sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk mencegah terjadinya gangguan tangan jahil manusia maupun satwa, Dinas Perkim LH mengantisipasinya dengan memasang pagar bambu.

"Selanjutnya beberapa hari kemudian, seiring dengan terus tumbuhnya bunga ini, kami dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memagari dengan pagar besi," ungkapnya.

Dikatakan, tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae) ini, mulai menampakkan kelopaknya pada 27 Juni. Selama perkembangan ini, ada petugas kebersihan yang ditugaskan setiap hari untuk memantau dan menjaganya.

Yetty mengimbau masyarakat yang datang dan melihat-lihat bunga itu, untuk tidak mendekat dan menyentuh fisik bunga.

"Cukup dilihat dari luar pagar pembatas saja. Jangan dipegang apalagi dirusak. Silahkan berfoto dan divideokan, karena ini termasuk peristiwa langka," jelasnya.

Sementara itu, Warnita (24) yang datang bersama teman-temannya begitu antusias mengabadikan bunga ini. "Lah lamo lo ndak ado bungo ko yo (sudah lama bunga ini tidak tumbuh)," komentarnya.

Sebelumnya, dua tahun yang lalu, bunga ini pernah tumbuh di lokasi yang sama. Setelah itu, sekali enam bulan tunasnya akan tumbuh kembali, namun tidak ada yang sampai mekar sempurna seperti kali ini. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar