Wagub Sumbar Wacanakan Penyelenggaraan TdS Diswastanisasi

Al Imran | Selasa, 05-07-2022 | 18:31 WIB | 276 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Wagub Sumbar Wacanakan Penyelenggaraan TdS Diswastanisasi<p>

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memberikan arahan tentang penyelenggaraan TdS dalam rapat dengan Dinas Pariwisata dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar di Padang, Senin. (humas)

PADANG (5/7/2022) - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyampaikan, iven Tour de Singkarak (TDS) Connecting Sumatera ditunda penyelenggaraannya hingga tahun 2023, setelah sebelumnya sempat direncanakan akan digelar di 2022 ini.

Meski begitu, Audy memberikan bocoran konsep baru yang akan diusung pada TdS 2023 nanti. Dimana, penyelenggaraan iven direncanakan akan diswastanisasi melalui lelang ataupun penunjukan langsung ke pihak swasta.

Demikian juga dengan peserta iven. Nantinya, TdS tidak hanya diikuti pembalap professional, namun juga terbuka bagi gran fondo dan tourism cyclists.


"Ini untuk memberikan dampak yang lebih maksimal terhadap pariwisata dan ekonomi masyarakat. TdS akan dimodifikasi dulu. Supaya lebih banyak peserta yang berpartisipasi dan spending money di Sumbar selama iven jadi lebih besar," kata Audy saat memimpin rapat dengan Dinas Pariwisata dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar di Padang, Senin.

Dikatakan Audy, sebagai perhelatan internasional yang sudah terdaftar dalam kelender event Union Cycliste Internationale (UCI), Pemprov Sumbar terlebih dulu harus berkoordinasi dengan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dan UCI, untuk melakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan iven.

Kemudian, diteruskan dengan kajian-kajian lanjutan terhadap dampak pelaksanaan TdS terhadap perekonomian dan promosi pariwisata Sumatera Barat serta menyusun regulasi yang tepat bagi penyelenggaraan event agar konsep baru yang diusung betul-betul matang dan memberikan efek maksimal.

Terkait swastanisasi penyelenggaraan event ini, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan, sebelum pelelangan pemerintah akan terlebih dulu melakukan appraisal terhadap TdS yang saat ini telah menjadi intangible asset Sumatera Barat dengan Hak Paten terdaftar sebagai milik Dispar Provinsi Sumbar.

"Sesuai arahan Pak Wagub, kita akan bersurat dulu ke PB ISSI, kemudian minta DJKN untuk melakukan appraisal terhadap TdS. Setelah itu, kita siapkan regulasi, paling tidak dengan Pergub dulu, terakhir baru nanti bisa kita proses lelang," terang Luhur Budianda.

Budianda menargetkan, seluruh proses tersebut dapat selesai pada akhir tahun ini, agar pada awal tahun depan cukup waktu bagi penyelenggara event untuk mempersiapkan Tour de Singkarak yang baru secara maksimal.

Diketahui, salah satu alasan penundaan disebabkan karena berakhirnya pandemi Covid-19 masih belum dapat diprediksi. Sehingga, berimbas pada belum matangnya perencanaan gelaran sepeda bertaraf internasional tersebut. (kyo)

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memberikan arahan tentang penyelenggaraan TdS dalam rapat dengan Dinas Pariwisata dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar di Padang, Senin. (humas)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar