Sandiaga Uno jadikan Sumatera Barat Pilot Project Wisata Ramah Muslim

Al Imran | Rabu, 06-07-2022 | 17:23 WIB | 111 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Sandiaga Uno jadikan Sumatera Barat Pilot Project Wisata Ramah Muslim<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Sandiaga Uno (Menparekraf) saat kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Raya Bukittinggi, Rabu pagi. (humas)

Padang (6/7/2022) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menilai, sejumlah daerah potensial untuk dikembangkan jadi destinasi wisata ramah muslim (Muslim Friendly Tourism). Salah satunya adalah Sumatera Barat.

Potensi ini juga didukung dengan keberhasilan destinasi wisata halal Indonesia yang berhasil meraih meraih peringkat kedua dari 138 negara dalam pemeringkatan Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022.

"Posisi ini naik dua tingkat dari tahun 2021. Saat itu Indonesia waktu itu meraih peringkat keempat. Ini jadi motivasi saya untuk menjadikan Indonesia yang terdepan dalam pengembangan destinasi wisata halal," ujar Sandiaga Uno saat menyampaikan sambutan di acara Subuh Mubarakah bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Masjid Raya Bukittinggi, Rabu pagi.


Ia juga menunjuk Provinsi Sumatera Barat jadi pilot project destinasi wisata halal di Indonesia. Diharapkan, dengan ditunjuknya Sumbar menjadi pilot project, dapat menjadikan Indonesia peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2023.

"Tahun ini kita hanya berbeda empat poin dengan Malaysia. Saya harap, dengan ditunjuknya Sumbar jadi pilot project, Indonesia mendapat poin sebesar 75 di tahun 2023," imbuhnya.

Benahi Ekses Negatif

Sementara, Mahyeldi mengapresiasi kesediaan Sandiaga Uno untuk hadir ke masjid dinihari kemudian melakukan shalat subuh berjamaah bersama masyarakat.

Di samping itu, Mahyeldi juga menyampaikan upaya Sumatera Barat jadi destinasi wisata halal terbaik di dunia, salah satunya dengan melakukan pengembangan sektor pariwisata yang merupakan salah satu program prioritas Pemprov Sumbar.

"Hal tersebut ditandai dengan naiknya kunjungan wisatawan pasca lebaran hampir 200 persen dibandingkan libur lebaran di tahun-tahun sebelumnya," ungkap Mahyeldi.

Peningkatan ini juga disebabkan tingginya animo perantau yang pulang ke Sumbar, setelah dua tahun tertahan di perantauan akibat larangan bepergian saat pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021.

Hal tersebut tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian di sumbar. Namun, selain dampak positif, lonjakan kunjungan tersebut juga memberikan dampak negatif seperti kemacetan di sepanjang jalan akibat volume kendaraan yang meningkat tajam.

"Selain masalah kemacetan, persoalan sampah juga menjadi perhatian kami, kemudian hospitality atau keramahtamahan para pelayan di hotel atau homestay yang ada di sekitar tempat wisata," kata Mahyeldi.

Dia mengatakan hal tersebut, akan dijadikan test case atau evaluasi dalam mempersiapkan Sumatera Barat sebagai tahun kunjungan Visit Beautiful West Sumatera 2023 dan mendorong Sumbar sebagai destinasi wisata halal terbaik nasional.

Setelah kegiatan subuh mubarakah, Sandiaga melanjutkan agendanya dengan jogging mengelilingi Kota Bukittinggi, untuk merasakan kesejukan udara di Kota yang pernah dijuluki sebagai Parijs Van Sumatra itu. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar