In Memoriam Sahnan Sahuri Siregar, Sosok Pejuang Hukum yang Gigih dan Penuh Keyakinan

Al Imran | Rabu, 06-07-2022 | 23:18 WIB | 881 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>In Memoriam Sahnan Sahuri Siregar, Sosok Pejuang Hukum yang Gigih dan Penuh Keyakinan<p>

Akademisi FIB Unand, Hary Efendi Iskandar (tengah) bersama Sahnan Sahuri Siregar (dua dari kanan) dalam sebuah diskusi dengan sahabat di kantor RBH Padang, di Jl Bandar Purus.

PADANG (6/7/2022) - Pendiri Rumah Bantuan Hukum (RBH) Padang, Sahnan Sahuri Siregar berpulang ke rahmatullah, Rabu dinihari. Sahnan yang juga pengurus LBH PWNU Sumatera Barat ini meninggal setelah mendapat perawatan di RS Dharmais, Jakarta sekitar pukul 01.10 WIB.

Ucapan duka, mengalir dari berbagai sahabat, kerabat dan handai tolan. Mereka meluapkan rasa duka atas kepergian pejuang hukum dan HAM ini, melalui status di berbagai platform sosial media.

"Innalillahiwaiinailahirajiun. Si pejuang orang kecil ini telah pergi. Dia yang tidak pernah berhitung mengorbankan tenaga, pikiran dan uangnya sendiri untuk membela orang-orang kecil di kampung-kampung untuk mendapatkan keadilan," ungkap akademisi Fakultas Hukum Unand, Dr Khairul Fahmi.


Di mata Khairul Fahmi, Sahnan Sahuri merupakan teman dalam dunia advokasi yang tiada duanya. "Saya sangat bersyukur dipertemukan dengannya dan belajar banyak dengannya tentang kepedulian pada orang-orang kecil," terang Fahmi.

Fahmi di beranda sosial medianya menulis kenangan, saat menderita sakit secara bergantian dengan Sahnan yang karib disapa tulang (paman-red). "Karena beratnya beban yang mesti dipikul, tapi abang selalu tersenyum dan tegar," tulis Fahmi tanpa merinci peristiwanya lebih detail.

Fahmi mengaku, sempat bertemu dengan Tulang Sahnan dengan kondisi tubuh yang membuat air mata jatuh ke dalam. "Kini, garis takdir menentukan Bang Sahnan Sahuri Siregar mesti menghadap sang Pencipta. Semoga segala kebaikan, kemanfaatan dan keikhalasan dalam membantu orang-orang lemah selama ini, berbalas tempat terbaik disisi Allah," harap Fahmi.

"Kami kehilangan bang, tapi cepat atau lambat kami pun juga akan menyusul pulang ke kampung yang sesungguhnya. Lahulalfatihah," tulis Fahmi di beranda sosial medianya.

Kenangan mendalam terhadap perjuangan Sahnan Sahuri Siregar dalam membela kaum terpinggirkan, juga dirasakan Dr (cand) Hary Effendi Iskandar.

"Almarhum, merupakan sahabat yang amat kukuh memperjuangkan kemerdekaan, kemandirian, nilai-nilai HAM, pembelaan terhadap kaum pinggiran dan lainnya," ungkap Hary.

Hary kemudian mengisahkan kembali bagaimana sosok Sahnan Sahuri memperjuangkan hak seorang warga Kinali, Pasaman Barat yang lumpuh akibat luka tembak oleh seorang bintara polisi sejak belasan tahun lalu. Dengan gigih, Sahnan memperjuangkan hak Iwan Mulyadi.

Akhirnya, berkat kegigihan Sahnan bersama berbagai elemen pejuang HAM dan kemanusian lainnya di Sumbar, hak Iwan Mulyadi akhirnya dipenuhi Polri. Dia menerima santunan sebesar Rp300 juta yang telah jadi ketetapan hukum.

Karena, atas kasus penembakan ini, Iwan telah memenangkan gugatan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Pasaman Barat. Pada Oktober 2016, Mahkamah Agung juga memenangkan putusan pengadilan setelah Peninjauan Kembali (PK) kepolisian ditolak.

"Di mata saya, Syahnan sangat gigih dan penuh keyakinan membela Iwan Mulyadi. Akhirnya, hak itu pun berhasil diperjuangkan. Ini hanya satu contoh saja dari sekian kasus yang almarhum perjuangkan semasa hidupnya," ungkap Hary.

Dimata Hary, Sahnan yang pernah menjabat Ketua PBHI Sumatera Barat itu, tidak sekadar orang baik. "Saya bersaksi, Tulang Sahnan lebih dari sekadar orang baik, alharhum memiliki karakter kuat pembela kaum teraniaya. Semogo Allah, telah menyiapkan tempat terbaik bagimu, sahabat," harap Hary.

Rasa kehilangan yang mendalam, juga dirasakan Pandong Spenra. Sebagai sesama aktivis kemanusian dan HAM, Pandong mengaku hanya bisa meng-update informasi tentang kesehatan sahabatnya itu melalui sang istri,

"Kondisi dan keadaan, hanya bisa ku update dari Istri mu yang sangat mencintai-Mu," ungkap Pandong.

"Pesannya; saya ikut ke Gunung Tua, kampung halaman mu, pesan yang membuat air mata ini tak bisa tertahan. Kita bersahabat; setiap lara dan asa, kita saling memanggil nama, dalam cerita keluarga kita masing-masing," ungkap Pandong mengenang persahabatan yang telah mereka jalin selama puluhan tahun.

Karena situasi dan keadaan, Pandong mengaku jarang bersua belakangan ini hingga ajal menjemput Sahnan Sahuri Rabu dini hari ini. "Segala amanat, akan saya tunaikan, sahabat!," kata Pandong.

Keberangkatan jenazah dengan ibundanya, istri dan anaknya dari Soetta jan 9.30-11.15 WIB Batik Air.

Selain aktiv di RBH Padang, Sahnan Sahuri juga mengabdikan dirinya sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Eka Sakti (Unes) Padang.

Menurut Rektor Unes, Otong Rosadi, jenazah almarhum akan diberangkatkan dengan pesawat Batik Air, sekitar pukul 09.30 WIB. Bersamaan dengan itu, ibunda almarhum bersama istri dan anaknya juga ikut take off dari Bandara Soetta.

"Dari BIM, jenazah almarhum akan dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Duku Batang Air, Padang Pariman, tepatnya 100 meter persis di bawah kontruksi jembatan Tol Padang Pekanbaru," ungkap Otong Rosadi.

Setelah prosesi penyelenggaran fardhu kifayahnya selesai, Rabu sore, pejuang rakyat terpinggirkan itu dimakamkan di pandam kuburan keluargan, di bukit belakang rumah keluarga besar istrinya, Dewi di Duku Batang Air.

Salah seorang penggiat perlindungan konsumen yang juga aktif berdialog dengan Sahnan Sahuri di RBH, Daniel St Makmur, setidaknya ada 300 orang lebih mengantarkan jenazah almarhum ke peristirahatannya yang terakhir. Semuanya tampak meniti pematang sawah untuk bisa sampai ke ketempat peristirahatannya yang terakhir.

"Sesungguhnya kami bersaksi dan menyatakan Tulang adalah orang yang mempunyai jiwa sosial dan menolong orang yang didzolimi. Saya berjanji, akan membaktikan setiap denyut nadi ini, selagi diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, akan ikuti jejak Tulang. Selamat Jalan! Kami pasti akan kesana juga," ungkap Daniel St Makmur. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar