Pengelola Media Center Banyak Tak Paham Berita yang Baik dan Benar

Al Imran | Kamis, 07-07-2022 | 15:08 WIB | 195 klik | Kab. Agam
<p>Pengelola Media Center Banyak Tak Paham Berita yang Baik dan Benar<p>

Redaktur portal Media Indonesia, Eko Suprihatna memberikan materi tentang penulisan berita yang benar dan baik pada Bimbingan Teknis Jurnalistik Media Center, bertajuk Jarkom Edisi Media Center Daerah: Menulis Berita Online dan Teknik Search Engine Optimization (SEO). Kegiatan ini diikuti pengelola media center daerah se-Indonesia, di Batam, Rabu. (humas)

AGAM (6/7/2022) - Redaktur portal infopublik yang juga redaktur Pelaksana portal indonesia.go.id, Elvira Inda Sari mengungkapkan, masih banyak media center daerah yang melakukan kesalahan mendasar pada pengemasan berita.

Pernyataan itu disampaikan Elvira saat jadi narasumber pada kegiatan pelatihan yang dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknis Jurnalistik Media Center, bertajuk Jarkom Edisi Media Center Daerah: Menulis Berita Online dan Teknik Search Engine Optimization (SEO). Kegiatan ini diikuti pengelola media center daerah se-Indonesia, di Batam, Rabu.

"Dengan banyaknya kesalahan itu, berakibat berita yang dikirim pengelola media center daerah, belum lulus seleksi atau belum layak tayang ke infopublik," ungkap Elvira.


Berita dari media center daerah yang tidak ditayangkan itu, ungkap Elvira, kesalahannya antara lain disebabkan beberapa faktor seperti out of date, tidak ada keterangan tanggal, tidak mencantumkan narasumber, tidak berimbang, nilai berita kecil, pencitraan dan bernuansa politik perorangan, berita copy paste serta bersifat iklan.

Pelatihan ini diikuti 170 pengelola media center secara daring maupun luring. Dibuka Direktur Pengelolaan Media Kementerian Kominfo, Nursodik Gunarjo.

Selain Elvira, narasumber lainnya yakni redaktur portal Media Indonesia, Eko Suprihatna. Dalam paparannya, Eko menekankan teknis penulisan berita yang baik dan benar, merupakan sebuah keharusan bagi pengelola media center.

Menurutnya, pengelola media center harus jeli dalam melakukan pekerjaan jurnalistik. Mulai dari pengumpulan data, pengelahan sampai kepada penyajian berita.

"Berita yang benar, belum tentu baik. Namun, berita yang baik itu pasti benar," ucapnya.

Eko juga berbagi tips dan trik, dalam mengemas pemberitaan yang baik dan benar.

Dikatakan, dalam membuat sebuah berita jadi benilai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti jeli dengan informasi-informasi terbaru, menyangkut hal besar, kedekatan peristiwa, bersifat konflik serta keunikan suatu isu.

"Masih banyak jurnalis yang menulis berita tidak mengindahkan piramida terbalik. Kadang-kadang, inti dari pemberitaan bukan berada di lead berita," ungkap Eko.

Selain itu, ungkap Eko, penyaji berita juga disarankan menghindari kalimat yang bertele-tele, sehingga membuat pembaca bingung dan bosan.

Eko membatasi, sebaiknya berita yang disajikan maksimal 3 kalimat per paragraf dengan jumlah kata maksimal 10 kata. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar