Prof Ganefri: Tingkatkan Kualitas Khidmat Membesarkan NU di Ranah Minang

Al Imran | Jumat, 08-07-2022 | 21:10 WIB | 300 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Prof Ganefri: Tingkatkan Kualitas Khidmat Membesarkan NU di Ranah Minang<p>

Ketua PWNU Sumbar, Prof Ganefri dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. Muhammad Faesal foto bersama dengan peserta Bimbingan Teknis Penguatan Nilai-Nilai Nahdlatul Ulama di Padang, Jumat sore.

PADANG (8/7/2022) - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, Prof Ganefri mengharapkan, nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdilyah makin dipahami secara utuh oleh berbagai lapisan masyarakat di Ranah Minang.

"Pengurus NU di semua tingkatan, harus terus meningkatkan kualitas khidmat dalam membesarkan NU di Ranah Minang. Sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami nilai-nilai yang diamalkan warga nahdliyin," ungkap Prof Ganefri di Padang, Jumat sore.

Hal itu dikatakannya saat menutup Bimbingan Teknis Penguatan Nilai-Nilai Nahdlatul Ulama Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Hadir dalam penutupan ini, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Dr. Muhammad Faesal, Wakil Bendahara Umum PBNU, Azwandi Rahman, Ketua dan Sekretaris PCNU se-Sumatera Barat, Ketua Lembaga dan Ketua Badan Otonom NU.

Menurut Prof Ganefri, berkhidmat di NU merupakan bagian untuk berbuat kebaikan untuk kemaslahatan umat.

Perkumpulan NU yang didirikan oleh para ulama kharismatik, tentu tujuannya adalah bagaimana memberikan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

"Karena itu, berkhidmat di NU semata-mata mencari keredhoan Allah dan keberkahan.Jika berkhidmat di NU, kemudian mendapatkan sesuatu dari berkhidmat tersebut, itu merupakan berkahnya," kata Prof Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang ini.

Dikatakan, dengan adanya Bimtek yang menyosialisasikan peraturan perkumpulan NU yang diputuskan pada Konferensi Besar PBNU beberapa waktu lalu, akan meningkatkan harakah, fikrah dan amaliah pengurus dan jamaah NU.

"Dengan peningkatan pemahaman peraturan perkumpulan NU akan mendorong konsolidasi dan semangat berorganisasi. Sehingga akan menguatkan nilai-nilai NU dalam menjaga keutuhan NKRI," kata Prof Ganefri.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. Muhammad Faesal mengatakan, ada 19 peraturan perkumpulan (Perkum) yang disampaikan. Perkum tersebut menjadi pedoman pengurus dalam mengurus perkumpulan NU.

Sehingga, tidak ada lagi yang menjalankan perkumpulan NU dengan tafsir sendiri-sendiri.

Ketua Panitia Bimtek, Dr Yulhendri mengatakan, 19 Perkum yang disampaikan dalam kegiatan antara meliputi perkum tentang tata cara penerimaan dan pemberhentian keanggotaan, sistem kaderisasi, syarat menjadi pengurus, wewenang, tugas pokok dan fungsi pengurus.

Kemudian, pembentuan kepengurusan baru, tata cara pengesahan dan pembekuan kepengurusan, perangkat perkumpulan, badan khusus, permusyawaratan, tata cara rapat, klasifikasi struktur dan pengukuran kinerja serta, rangkap jabatan.

Juga Perkum tata cara pergantian pengurus antar waktu dan pelimpahan fungsi jabatan, penyelenggaraan kerja sama, pedoman administrasi, pedoman spesifikasi dan penggunaan lambing, jenis dan pengelolaan rekening, tata cara pembayaran dan perkum tentang laporan pertanggungjawaban. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar