Shalat Idul Adha Bukittinggi Dipusatkan di Lapangan Kantin, Ini Pesan Erman Safar Soal Perbedaan

Al Imran | Minggu, 10-07-2022 | 15:41 WIB | 140 klik | Kota Bukittinggi
<p>Shalat Idul Adha Bukittinggi Dipusatkan di Lapangan Kantin, Ini Pesan Erman Safar Soal Perbedaan<p>

Penyuluh Agama Islam Fungsional Nasional dari Kemenag Bukittinggi, Rusman Edi jadi imam shalat Idul Adha 1443 H di Lapangan Kantin Bukittinggi, Ahad pagi. (humas)

BUKITTINGGI (10/7/2022) - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Zulhijjah 1443 pada 1 Juli 2022. Sehingga, 10 Zulhijjah 1443 H, jatuh pada Ahad, tanggal 10 Juli 2022. Namun demikian, sebagian umat Islam merayakan Idul Adha pada Sabtu (9/7/2022).

"Perbedaan ini juga pernah terjadi tahun 1975 lalu. Namun demikian, perbedaan ini sebagaimana diajarkan Buya Hamka, untuk tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan umat Islam," ungkap Erman Safar, Ahad pagi.

Pernyataan itu disampaikan Erman Safar saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1443 H, di Lapangan Wirabraja atau Lapangan Kantin pagi tadi.


Erman juga menyampaikan, sejak pandemi, warga Bukittinggi yang masuk data miskin, berjumlah 6.980 jiwa. Ini jadi tantangan untuk diturunkan di masa yang akan datang.

Dikatakan, berbagai program telah dijalankan, untuk menurunkan angka kemiskinan. Di antaranya, Tabungan Utsman, memastikan warga yang masuk DTSK dijamin asuransi kesehatannya.

Bidang pendidikan, juga telah dibebaskan iuran komite pelajar SMA se derajat.

Untuk perbaikan aqidah akhlaq generasi muda, juga telah disusun program satu kelurahan satu pondok tahfiz, penambahan muatan lokal, BAM, Fiqih, Sejarah Islam, Aqidah Akhlaq dan Bahasa Arab.

Erman Safar dikesempatan itu mengucapkan, selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah pada seluruh elemen masyarakat. "Mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya.

Khatib Idul Adha, Prof Asasriwarni dalam tausiyahnya menyampaikan, Ibadah Haji dan Kurban selalu mengingatkan umat pada peristiwa-peristiwa tertentu yang pernah dialami Nabi Ibrahim beserta keluarganya, Siti Hajar dan Nabi Ismail.

Sebagai 'Bapak' dari agama-agama monotheisme, Nabi Ibrahim dan keluarga beliau, telah menunjukkan teladan terbaik bagi umat manusia.

"Keta'atan Nabi Ibrahim kepada Allah dengan bersedia menyemblih anaknya, sungguh merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam. Ini patut jadi tauladan bagi umat dalam mencapai derjat taqwa," pungkasnya.

Sementara, Ketua PHBI Bukittinggi, Zulfikar mengucapkan syukur, atas terlaksananya ibadah Shalat Id dengan baik dan lancari pada Ahad pagi ini.

"Khatib, guru besar Pasca Sarjana UIN Imam Bonjol Padang, Prof Asasriwarni dan imam, Rusman Edi dari Penyuluh Agama Islam Fungsional Nasional dari Kemenag Bukittinggi juga hadir sesuai dengan yang direncanakan semula," ungkapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar