Nevi Zuairina Ingatkan Arti Pengabdian dan Taat Tanpa Syarat di Syariat Berkurban

Al Imran | Minggu, 10-07-2022 | 15:54 WIB | 174 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Nevi Zuairina Ingatkan Arti Pengabdian dan Taat Tanpa Syarat di Syariat Berkurban<p>

Sejumlah warga menyembelih kambing dari Hj Nevi Zuairina pada pelaksanaan Idul Adha 1443 H ini. Anggota Fraksi PKS DPR RI ini berkurban sebanyak 100 ekor kambing yang disebar ke sejumlah daerah di daerah pemilihannya, Sumbar II.

PADANG (10/7/2022) - Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II, Hj Nevi Zuairina dalam memaknai Idul Adha 1443 H ini, seperti sebuah pembaharuan bagi umat Islam pascapandemi Covid19. Dimana, sebelumnya selama 2 tahun, masyarakat Indonesia tidak dapat melaksanakan ibadah Haji.

Menurutnya, memaknai Idul Adha sebagai momentum Pengabdian dan Pengorbanan juga sekaligus memperkuat nilai-nilai keikhlasan yang perlu ditanamkan kepada setiap insan muslim di dunia, khususnya di Indonesia.

Nevi mengungkapkan kembali, akan peristiwa bersejarah ribuan tahun yang tak akan hilang hingga zaman berakhir ini bukan saja melekat pada peristiwa dua orang Ayah dan Anak yang menjalankan perintah Tuhannya.


Namun telah melekat juga, pelaku sosok perempuan yang dalam peristiwa hidupnya menjalani ujian kesabaran, kepasrahan tawakkal atas perintah Tuhannya sekaligus ketaatan akan pembawa risalah yang maha pencipta melalui suaminya sebagai Nabi dan Utusan ummat di muka bumi.

"Alhamdulillah, tahun ini berkesempatan dapat berkurban merata di kabupaten kota Sumatera Barat II. Mudah-mudahan, dapat membantu meningkatkan aktivitas masyarakat dalam merayakan Idul Adha, sekaligus menyambut seruan dari Ketua majelis Syuro PKS untuk berkontribusi 1.500.000 paket kurban seluruh Indonesia," tutur Nevi.

Politisi PKS ini mengutip kisah sosok Hajar, sang bunda ummat, yang telah melahirkan Ismail, Moyang dari utusan terakhir di muka Bumi.

Bunda Hajar adalah sosok simbol ketaatan, kesabaran dan pengorbanan pada peristiwa hijrahnya seorang ibu yang mengandung menjelang kelahiran dan pengorbanan ibu beserta bayi merah baru lahir di tengah tempat asing tanpa penghuni demi menjalankan perintah tuhannya.

"Saya mengajak seluruh umat bangsa ini, termasuk kaum perempuan, untuk semakin memperkuat makna idul Adha akan andilnya perempuan di muka bumi menjadi bagian penting tonggak sejarah yang tidak muncul di permukaan."

"Tanggal 8, 9 dan 10 Hijriah, ada kenangan syariat yang dilakukan ummat Islam dari peristiwa keluarga Nabi Ibrahim, Nabi Isma'il dan Bunda Hajar," ajak anggota DPR yang duduk di Komisi VI ini.

Anggota DPR yang juga di duduk Badan Anggaran ini menyampaikan, makna Idul Adha akan pengorbanan itu bukan bertujuan untuk mendapatkan sesuatu. Tetapi pengorbanan itu atas perintah, tanpa harus tahu maksud dan tujuannya.

"Inilah makna taat sesungguhnya. Umat Muslim Indonesia, Berkorban, Mengabdi dan Taat tanpa syarat, untuk mewujudkan kesempurnaan insan di sisi sang pencipta. Mari kita terus memaknai idul Adha ini, untuk Masyarakat Indonesia yang semakin berwibawa dan bersahaja," tutup Nevi Zuairna. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar