Peer Learning Meeting Provinsi Pustakawan Sumbar

Novrial: Jadikan Perpustakaan Lokasi Nyaman dan Menyenangkan

Al Imran | Selasa, 12-07-2022 | 22:16 WIB | 175 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Novrial: Jadikan Perpustakaan Lokasi Nyaman dan Menyenangkan<p>

Kepala Dinas Perpustakaan Sumatera Barat, Novrial memberikan arahan pada kegiatan PLM 2022 di Padang, Selasa pagi. (mangindo kayo)

PADANG (12/7/2022) - Kepala Dinas Perpustakaan Sumatera Barat, Novrial menggarisbawahi, pentingnya menjawab kebutuhan masyarakat secara hulu dan hilir di sektor perpustakaan.

"Dalam konteks lebih mikro, perpustakaan harus melayani kebutuhan seluruh elemen keluarga. Harus melayani kebutuhan untuk ayah, ibu dan anak-anak dalam satu kesempatan. Tak masanya lagi melayani kebutuhan salah satu elemen saja," ungkap Novrial di Padang, Selasa.

Pernyataan ini disampaikan Novrial saat membuka Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2022 dalam acara bertajuk Peer Learning Meeting Provinsi. Acara ini diikuti utusan Dinas Perpustakaan kabupaten/kota di Sumbar.

Novrial menyebut, layanan perpustakaan harus keluar dari pakem selama ini, hening dengan sajian deretan buku-buku berikut rak-raknya serta lorong-lorong untuk mencari buku yang dibutuhkan.

"Kedepan, perpustakaan harus memberikan suasana kenyamanan bagi masyarakat yang ingin datang. Tak mesti harus langsung dengan kegiatan literasi. Pustakwan harus mampu menghadirkan suasana betah dulu. Baru, dikunjungan berikutnya, ada kebutuhan mencari informasi," terangnya.

Suasana seperti ini, terang Novrial, telah dihadirkan Perpustakaan Nagari Mangopoh di Kabupaten Agam. Buku berikut rak-raknya telah menempel ke dinding ruangan.

"Ruangan pustaka jadi lebih lega. Ada pilihan duduk di kursi, selonjoran dan lainnya. Inovasi ini perlu ditiru daerah lain dalam melayani kebutuhan masyarakat," terangnya.

Dikesempatan itu, Novrial mengajak peserta peer learning meeting (belajar bersama-red) ini untuk mempraktekan pola amati, tiru dan modifikasi (ATM). Karena, akan melahirkan beragam inovasi.

"Yang ditiru, tentunya akan melahirkan terobosan baru. Yang meniru, tentu akan melahirkan produk baru yang sesuai kebutuhannya. Jadi, akan munculkan suasana kompetitif nantinya," ungkap Novrial.

Peningkatan Kualitas Layanan

Di tahun anggaran 2022 ini, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memperluas Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di 96 Perpustakaan Desa yang berada di 136 kabupaten/kota pada di 34 Provinsi.


Pada Maret hingga Juni 2022, Perpusnas telah membekali para pengelola perpustakaan penerima manfaat program melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi & Komunikasi (SPP-TIK).

Pasca Bimtek tersebut, perpustakaan didorong untuk mengimplementasikan program dengan meningkatkan layanan informasi, melakukan kegiatan pelibatan masyarakat sesuai kebutuhan, melakukan advokasi untuk membangun dukungan serta publikasi dari kegiatan perpustakaan.

Meskipun di tengah pandemi Covid19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta pembatasan berkegiatan, perpustakaan tetap berupaya memberikan layanan dan membantu masyarakat.

Hal ini tampak dari munculnya dampak atau orang yang berubah hidupnya setelah memperoleh layanan perpustakaan.

Agar proses transformasi perpustakaan dapat terus berlanjut dan meningkat, Perpusnas memfasilitasi pertemuan antar pengelola perpustakaan dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) tingkat Provinsi.

Disebut Peer Learning Meeting karena mempertemukan sesama pengelola perpustakaan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menjalankan transformasi perpustakaan.

Adapun tujuan penyelenggaraan PLM tahun ini adalah sebagai berikut:

  1. Memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi pengalaman, capaian keberhasilan dan area of improvement dalam implementasi program
  2. Meningkatkan komitmen, motivasi dan kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan strategi program
  3. Memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi peserta untuk penguatan implementasi program
  4. Menyusun rencana tindak lanjut implementasi program
  5. Memberikan apresiasi bagi perpustakaan kabupaten & desa terbaik di tingkat provinsi

Diketahui, Perpusnas saat ini tengah mendorong gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Dimana, Perpurnas sejak tahun 2018 lalu, menyelenggarakan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional 2020-2024 dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia maju.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar dalam memberikan layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

PLM Provinsi tahun 2022 dilakukan secara tatap muka (onsite) di 33 lokasi untuk 34 provinsi, termasuk Provinsi DKI Jakarta dan DIY Yogyakarta yang tahun ini jadi mitra program.

Pada pelaksanaan PLM tahun 2022 ini dibagi dalam 5 gelombang dimana setiap gelombang dilaksanakan di 6-7 provinisi.

Peserta yang dilibatkan berasal dari Dinas Perpustakaan Provinsi, Dinas Perpustakaan Kabupaten, Perpustakaan Desa, Impact/Dampak dan Desa Champion.

Peserta PLM akan diharapkan dapat saling belajar, menghargai capaiannya masing masing dan capaian perpustakaan lain.

Melalui PLM provinsi ini, perpustakaan dapat lebih membuka diri dan rendah hati belajar dari keberhasilan perpustakaan lainnya dan menjadikannya sebagai motivasi meningkatkan strategi pengembangan perpustakaan.

Perpusnas mempercayakan proses fasilitasi sesi-sesi dalam PLM Provinsi dilakukan oleh para Master Trainer dan Fasilitator Daerah yang merupakan pelaku implementasi program, sehingga dapat membagikan best practices atau pengalaman baik dalam melaksanakan transformasi perpustakaan selain memberikan dukungan kepada penguatan sumber daya di daerah.

Selain itu, salah satu sesi dalam PLM Provinsi ini menghadirkan narasumber lokal dari masing-masing provinsi.

Narasumber lokal ini akan sharing inovasi untuk pengembangan diri dan perpustakaan sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam implementasi transformasi perpustakaan di wilayah masing-masing.

Perpusnas berharap, peserta dapat memanfaatkan momentum PLM Provinsi ini untuk saling berbagi, saling belajar antar sesama pengelola perpustakaan.

Tindaklanjuti hasil belajar selama PLM Provinsi dengan melakukan langkah-langkah yang lebih kreatif agar perpustakaan semakin maju, melayani dan membantu masyarakat yang saat ini belum lepas dari dampak pendemi.

Perpusnas juga mendorong kepada Dinas Perpustakaan Provinsi atau Kabupaten, dapat merencanakan pertemuan PLM seperti ini dengan anggaran mandiri secara berkala setiap tahunnya, baik secara tatap muka maupun secara daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar