Ahli Waris Guru TPA Terima Santunan dari BPJS TenagaKerja, Diserahkan Fadly Amran

Al Imran | Senin, 11-07-2022 | 22:18 WIB | 363 klik | Kota Padang Panjang
<p>Ahli Waris Guru TPA Terima Santunan dari BPJS TenagaKerja, Diserahkan Fadly Amran<p>

Wako Padang Panjang, Fadly Amran menyerahkan secara simbolis santunan dari BPJS Tenagakerja pada ahli waris guru TPA, Kenedy Sam yang meninggal pada Juni 2022 lalu, pada kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal OSS RBK, Senin. (kominfo)

PADANG PANJANG (11/7/2022) -- Ahli waris guru TPA, Kenedy Sam yang meninggal pada Juni 2022 lalu, menerima santunan dari BPJS Tenaga Kerja, Senin. Santunan ini diserahkan langsung Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran didampingi Sunjana Achmad (Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi).

"Saya berharap, setiap pelaku usaha terapkan juga BPJS Ketenagakerjaan ini di kantornya. Hanya dengan menyisihkan Rp13 ribu, kita bisa menjaminkan keselamatan seluruh karyawan kita," ungkap Fadli saat kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBK).

Dikesempatan itu Fadly menyampaikan rasa duka mendalam pada ahli waris. Dia juga menyarankan semua pengusaha yang hadir dalam sosialisasi tersebut, segera mendaftarkan setiap karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan.


Sementara itu, untuk sosialisasi OSS RBA, Fadly berharap, semua peserta mengikuti dan menggali ilmu dari narasumber yang ada. Karena, sosialisasi ini adalah tahap awal untuk peningkatan kualitas sebuah perusahaan.

"Khusus di bidang perizinan, OSS RBA ini sangat penting bagi perusahaan. Karena, untuk mengurus perizinan maupun memindahkan data perizinan, akan melalui OSS ini," katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ewasoska menyampaikan, kegiatan ini diikuti 40 pengusaha yang ada di Padang Panjang.

Adapun sosialisasi diberikan di antaranya menyangkut cara migrasi data, dari OSS terdahulu (versi 1.1) ke OSS versi teranyar OSS-RBA.

Selanjutnya, pendaftaran hak akses, pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi pelaku usaha hingga validasi risiko. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mendapatkan hingga terbitnya dokumen perizinan berusaha.

Dikatakan, penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS merupakan amanat UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

OSS adalah sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik dikelola dan diselenggarakan oleh Lembaga OSS Kementerian Investasi/BKPM.

"OSS-RBA perizinan berusaha saat ini diatur berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha. Saya berharap melalui sosialisasi ini, pelaku usaha dapat lebih memahami dalam menerapkan perizinan berbasis risiko," tuturnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar