Begini Proses Penyaringan Calon Komisioner Bawaslu Sumbar Periode 2022-2027

Al Imran | Rabu, 13-07-2022 | 19:27 WIB | 2791 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Begini Proses Penyaringan Calon Komisioner Bawaslu Sumbar Periode 2022-2027<p>

Ketua Tim Seleksi Bawaslu Sumbar Tahun 2022, Hary Efendi Iskandar (dua dari kiri) didampingi (ki-ka) Alim Harun Pamungkas dan Benny Kharisma Arrasuli serta staf Bawaslu Sumbar, memberikan keterangan pers tentang hasil seleksi administrasi calon Bawaslu Sumbar 2022-2027 di Padang, Rabu. (mangindo kayo)

PADANG (13/7/2022) - Sebanyak 135 orang calon komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat periode 2022-2027, akan menjalani ujian tertulis pada 18 Juli 2022 yang kemudian dilanjutkan dengan ujian psikologi pada 20 Juli 2022.

"Hasil ujian tertulis dan psikologi ini nantinya akan kita kuantitatifkan. Dengan bobot, 60 persen ujian tertulis dan 40 persen ujian psikologi. Hasilnya, akan kita ranking sesuai perolehan nilai tertinggi," ungkap anggota Tim Seleksi Bawaslu Sumbar 2022, Benny Kharisma Arrasuli saat memberikan keterangan pers pada wartawan di Padang, Rabu sore.

Dijelaskan Benny, khusus untuk ujian tertulis, akan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Bobotnya nanti, 70 persen untuk ujian yang bersifat multiple choice (pilihan ganda) dan 30 persen untuk ujian essay.


Detail pelaksanaan ujian tertulis, bisa unduh di sini.

Ujian CAT ini akan digawangi langsung UPT BKN (Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara) yang beralamat di Jl Adinegoro, Lubuak Buaya, Padang. Dimana, lembaga ini yang ditunjuk Bawaslu RI sebagai pelaksana ujian tertulis. Untuk ujian psikologi, Bawaslu RI menunjuk pelaksananya, Polri c.q. Direktorat SDM Polda Sumbar.

Dijelaskan Benny, dengan selesainya ujian tertulis dan psikologi, maka proses penyaringan peserta seleksi calon komisioner Bawaslu Sumbar dilakukan. Dimana, hasil ujian tertulis dan psikologi itu, akan dirangking oleh tim seleksi sesuai urutan nilai tertinggi.

"Dari 135 nama ini, selanjutnya akan disaring hingga menyisakan 12 nama atau 4 kali kebutuhan (tiga orang-red). Penyaringan dilakukan, berdasarkan ujian yang telah dirangking tadi," ungkap Benny dalam keterangan pers yang juga dihadiri Ketua Tim Seleksi, Hary Efendi Iskandar dan Alim Harun Pamungkas itu.

Sebanyak 12 orang nama itu, tambah Alim Harun Pamungkas, akan disaring kembali jadi 6 nama (2 kali kebutuhan-red) setelah melalui test kesehatan dan proses wawancara bersama tim seleksi.

"Keenam nama itulah, yang akan dikirim tim seleksi ke Bawaslu RI, untuk kemudian dipilih sebanyak 3 orang yang akan bertugas sebagai pengawas pelaksanaan Pemilu 2024," tambah Alim yang juga akademisi Universitas Negeri Padang itu.

Nilai Diakumulatif

Ditegaskan Hary Efendi Iskandar, tim seleksi akan bekerja profesional serta merujuk petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) proses seleksi yang telah diterbitkan Bawaslu RI.

"Semua tahapan proses seleksi ini, telah ada dalam Juknis dan Juklak serta telah dijelaskan pula saat pembekalan oleh Bawaslu RI, sebelum proses seleksi ini dilakukan," ungkap Hary.

"Jadi, tim seleksi telah disiapkan dengan seperangkat regulasi dan petunjuk pelaksanaan seleksi yang cukup detail, sehingga tinggal bekerja saja lagi," ungkap Hary.

Karena semuanya telah terukur dan telah dikuantitatifkan pula dengan kriteria yang jelas, Hary berharap, proses seleksi ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan hingga pelantikan nanti.

Dibandingkan ujian CPNS, Hary mengakui, ujian Bawaslu ini memang sedikit berbeda di proses ujian CAT Calon Komisioner Bawaslu.

"Ujian CPNS, hasil ujian langsung bisa diketahui, begitu ujian selesai dilakukan. Sedangkan seleksi Bawaslu ini, hasil ujian CAT akan digabungkan dulu dengan hasil ujian psikologi," terang Hary.

"Di sini lah letak bedanya. Tapi, ini semua sesuai dengan Juknis dan Juklak dari Bawaslu RI," terang Hary yang juga akademisi FIB Unand ini. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar