Penyaluran Dana Desa Pasaman Barat Tertinggi di Sumbar

Al Imran | Jumat, 15-07-2022 | 15:49 WIB | 288 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Penyaluran Dana Desa Pasaman Barat Tertinggi di Sumbar<p>

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Pasaman Barat, Randy Hendrawan

PASAMAN BARAT (15/7/2022) - Realisasi penyaluran Anggaran Dana Desa di Kabupaten Pasaman Barat hingga 14 Juli 2022, mencapai 77,93 persen atau Rp29,096 miliar dari pagu Rp37,366 miliar lebih di tahun 2022 ini.

"Pencapaian penyaluran dana desa yang telah kita lakukan termasuk tertinggi di Sumbar hingga triwulan ketiga ini," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Pasaman Barat, Randy Hendrawan di Simpang Empat, Jumat.

Terhadap capaian itu, terang dia, DPN mendapat apresiasi dari Kementrian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Sumbar, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A2 Lubuk Sikaping.


"Apresiasi itu tentu berkat kerjasama kita semua dan dukungan pimpinan dalam upaya penyaluran dana desa. Berkat kerja keras bersama, penyaluran dana desa dapat dilakukan dengan cepat," katanya.

Menurutnya, penyaluran dana desa tahap pertama sebesar Rp8,748 miliar, tahap kedua sebesar Rp 6,67 miliar lebih dan tahap ketiga sebesar Rp8,748 miliar lebih.

Kemudian, untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama sebesar Rp3,866 miliar, tahap kedua sebesar Rp113,866 miliar dan tahap ketiga sebesar Rp3,866 miliar.

"Total dana desa yang terealisasi hingga 14 Juli 2022 mencapai 77,93 persen atau Rp29,096 miliar," sebutnya.

Ia menyebutkan, penggunaan dana desa sudah diatur oleh pemerintah pusat untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

"Penggunaanya sudah jelas yakni untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebesar delapan persen, 20 persen untuk ketahanan pangan nabati dan hewani dan 40 persen untuk BLT," katanya.

Selain itu, juga nanti ada pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan, pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan ditambah dengan anggaran dana nagari.

Ia mengakui untuk tahun 2022 terjadi penurunan dana desa dibandingkan tahun 2021.

Jika pada 2021 Pasaman Barat memperoleh dana desa sebesar Rp49,994. Miliar dan pada 2022 turun menjadi Rp37,366 miliar.

"Penurunan itu disebabkan karena ada kebijakan pemerintah pusat dalam anggaran dana desa. Dengan anggaran yang ada kita akan mengoptimalkannya," sebutnya.

Untuk realisasi dana desa 2021, mencapai 98,51 persen dan pihaknya optimistis, capaian itu akan kembali terealisasi.

Ia menyebutkan, untuk Dana Desa menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena menjalankan konsep membangun Indonesia dari pinggiran.

Ia menjelaskan, dana tersebut dibagi kepada 19 desa atau nagari di Pasaman Barat dengan pertimbangan luas wilayah, jumlah penduduk dan syarat lainnya.

Ia menekankan kepada wali nagari atau kepala desa serta perangkatnya, dapat mempelajari aturan yang ada sehingga tidak menyalahi aturan dalam penggunaan dana tersebut.

"Pembekalan dan bimbingan teknis terus kita lakukan terhadap semua perangkat nagari. Mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik dan bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.

Selain Dana Desa, juga ada Alokasi Dana Nagari pada 2022 sebesar Rp62,612 miliar. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat