Sementara, Smartphone Terlarang di SPBU

Netizen Ramai-ramai Kasih 1 Bintang untuk Aplikasi MyPertamina

Al Imran | Sabtu, 16-07-2022 | 14:47 WIB | 265 klik | Nasional
<p>Netizen Ramai-ramai Kasih 1 Bintang untuk Aplikasi MyPertamina<p>

Anggota Komisi VI DPR RI , Hj Nevi Zuairina

JAKARTA (16/7/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina menilai, Kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan BBM subsidi, cenderung memicu kegaduhan hingga akhirnya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

"Banyak keluhan dari banyak sisi. Mulai dari keharusan memiliki smartphone, jaringan internet yang belum merata di banyak wilayah, kestabilan aplikasi MyPertamina itu sendiri hingga menimbulkan durasi antrian yang terkadang tidak terkendali," ungkap Nevi menyorot kebijakan yang sudah dilaksanakan di 11 wilayah sejak awal Juli 2022 ini.

Dikatakan Nevi, pada 6 Juli 2022 lalu, dirinya sudah mempertanyakan ke Kementerian BUMN termasuk di situ hadir Dirut Pertamina, untuk menjelaskan evaluasi monitoring uji cobanya.


"Banyak aspirasi dari masyarakat yang mengeluhkan aplikasi MyPertamina seperti PeduliLindungi di masa awal yang sangat tidak stabil. Kondisi ini diperparah jaringan internet yang kurang bagus di berbagai daerah," urai Nevi.

Nevi menambahkan, bahwa ia mendapati aplikasi MyPertamina mendapat banjir kritikan di media sosial, yang dibuktikan meluapnya bintang satu pada aplikasi ini.

Berbagai kritik ini, banyak sekali penyebabnya yang menunjukkan pada saat ini Aplikasi MyPertamina belum saatnya digunakan.

"Yang paling berbahaya pada penggunaan aplikasi ini adalah terkait regulasi yang mengharuskan smartphone. Sedangkan di aturan sebelumnya di seluruh SPBU, sangat dilarang menggunakan Ponsel di area SPBU karena sangat berbahaya menimbulkan kebakaran," terangnya.

"Ini sangat bertolak belakang, ditambah lagi adanya kondisi tidak semua masyarakat dapat menggunakan smartphone," tutur Nevi.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menuturkan, pada kesepakatan rapat antara pemerintah melalui Kementerian BUMN dan DPR RI dinyatakan, bahwa panitia kerja BUMN Komisi VI DPR RI telah mendukung langkah Pertamina dalam menyalurkan produk subsidi agar tidak over kuota dengan menetapkan segmen pengguna BBM subsidi jenis tertentu dan jenis khusus.

Pengawasan ini dilakukan dengan kerjasama pihak aparat kepolisian, pemerintah daerah dan lembaga lainnya sesuai kesepakatan.

Namun demikian, lanjut Nevi, seiring perkembangan di lapangan, pemerintah mesti melihat dan menyesuaikan agar kecocokan sistem yang dijalankan dalam penyaluran subsidi ini semakin tidak menimbulkan masalah baru.

"Aplikasi ini semakin tidak menjamin penyaluran BBM bersubsidi untuk tepat sasaran. Akan banyak masyarakat yang tidak punya smartphone yang justru adalah masyarakat yang membutuhkan, nantinya akan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi."

"Ancaman terjadi kecelakaan di SPBU dengan semakin gencarnya penggunaan smartphone akan menjadi persoalan baru pada keselamatan di lokasi ini. Untuk itu, perlu kajian mendalam lagi penggunaan MyPertamina ini dengan mencari alternatif yang aman untuk menyelesaikan persoalan pembatasan BBM bersubsidi agar tidak over Kuota," tutup Nevi Zuairina. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar