9 DPAC Partai Demokrat Padang Pariaman Layangkan Mosi Tak Percaya

Al Imran | Sabtu, 16-07-2022 | 21:51 WIB | 351 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>9 DPAC Partai Demokrat Padang Pariaman Layangkan Mosi Tak Percaya<p>

Partai Demokrat.

PADANG PARIAMAN (16/7/2022) - Sebanyak 9 dari 17 dewan pimpinan anak cabang (DPAC) Partai Demokrat se-Padang Pariaman, melayangkan mosi tak percaya atas kepemimpinan Januar Bakri sebagai ketua periode 2018-2023.

Dalam surat yang ditujukan ke Ketua Partai Demokrat Sumatera Barat itu, mereka menuntut dibekukannya surat keputusan (SK) DPC Partai Demokrat Padang Pariaman periode 2018-2023.

"Kita menuntut untuk diadakannya musyawarah cabang luar biasa (Muscablub) serta menuntut ditunjuknya pelaksana tugas (Plt) untuk pimpinan DPC Partai Demokrat Padang Pariaman 2018-2023," ungkap Koordinator Forum Silaturahmi DPAC Partai Demokrat Padang Pariaman, Firman Labai, Sabtu.


Dari dokumen yang diperoleh, Ketua DPAC Partai Demokrat yang menandatangani mosi tak percaya itu yakni Ketua DPAC 2x11 Enam Lingkung, Sofia Mardewi, Nasrul Hamidi (2x11 Kayutanam), Firman Efendi (Enam Lingkung) dan M Toron (Patamuan).

Kemudian, Syafrizal (Sintuak Toboh Gadang), Asril (V Koto Kampuang Dalam), Azwar Zaira (Sungai Geringging), Ramawi (Sungai Limau) dan Abu Syofyan (Ulakan Tapakis).

Dalam surat tersebut, para penandatangan mosi tak percaya menyebutkan delapan alasan, yang membuat mereka melayangkan mosi tak percaya terhadap kepemimpinan Januar Bakri.

Di antaranya, tidak transparan dalam mengelola partai. Kemudian, pada pemilihan kepala daerah 2020, tidak melibatkan DPAC Partai Demokrat.

"Kami sebagai pengurus DPAC, tidak mengetahui keberadaan kantor DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, padahal partai ini termasuk empat besar di daerah ini," ungkap Firman Labai yang juga Ketua DPAC Enam Lingkung.

Yang paling parah, ungkap dia, terjadi praktek pemalsuan kehadiran pada pertemuan DPD dan DPC Partai Demokrat pada 22 November 2021 di Bukittinggi. Dimana, PAC se-Padangpariaman tidak mengetahui dan tidak menghadiri pertemuan tersebut.

"Sejak Muscab bersama di Hotel Basko pada 2018 lalu, tidak pernah terjadi pertemua antara kader, DPAC dan DPC," ungkap dia.

"Tidak adanya konsolidasi organisasi, menyebabkan hilangnya kursi pimpian untuk Partai Demokrat di DPD Padang Pariaman periode 2019-2024," tambah Firman Labai. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar