Pengguna Anggaran Pembangunan RSUD Pasbar 2018-2020 Ditahan, Satu Tersangka Lagi Pingsan

Al Imran | Kamis, 28-07-2022 | 21:32 WIB | 787 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Pengguna Anggaran Pembangunan RSUD Pasbar 2018-2020 Ditahan, Satu Tersangka Lagi Pingsan<p>

Penyidik Kejari Pasaman Barat, menggiring salah seorang tersangka dugaan korupsi dugaan korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat tahun anggaran 2018-2020 yakni mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Y, Kamis. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (28/7/2022) - Dua tersangka dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat tahun anggaran 2018-2020 diperiksa. Satu orang di antaranya langsung ditahan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat.

"Satu orang tersangka yang ditahan adalah penggunaan anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Y," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana melalui Kepala Seksi Pidana Khusus dan Kasi Intel, Elianto di kantor Kejaksaan, Kamis.

Sedangkan satu orang tersangka lagi mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), BS saat akan dilakukan penahanan, usai menjalani pemeriksaan kesehatan mengalami shock dan pingsan.


Tersangka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi untuk penanganan medis lebih jauh.

"Hari ini kami kembali menahan dua orang tersangka yang merupakan Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni inisial Y dan BS. Dengan demikian sampai hari ini sudah empat orang tersangka ditahan," katanya.

Ia mengatakan, pada proyek RSUD senilai Rp134 miliar itu, kerugian negara mencapai Rp20 miliar lebih sesuai perhitungan tim ahli yang memeriksa pekerjaan fisik proyek itu.

Menurutnya, perkara itu terungkap dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap perencanaan pembangunan RSUD itu. Berdasarkan itulah, penyidik kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk pembangunan fisik RSUD itu.

Ia menyebutkan, hari ini empat orang dipanggil sebagai saksi yakni tiga orang Penggunaan Anggaran atau tiga orang mantan direktur RSUD inisial Y, BS dan H serta Direktur Manajemen Konstruksi inisial MY.

Sedangkan yang hadir hanya dua orang yakni Y dan BS. Setelah diperiksa dan ditemukan barang bukti yakni keterangan saksi, ahli, surat petunjuk dan keterangan tersangka maka Y dan BS ditetapkan tersangka dan satu orang dilakukan penahanan.

Terhadap perkara itu, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga menggunakan ahli teknis dan beberapa hari yang lalu memberikan hasil kerugian negara, karena kekurangan volume senilai Rp20,135 miliar lebih dari nilai kontrak Rp134,859 miliar lebih yang dikerjakan PT MAM Energindo.

"Satu tersangka, saat ini dititipkan di rumah tahanan Polres Pasaman Barat selama 20 hari sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan Direktur PT MAM Energindo, AA yang saat ini telah ditahan di KPK pada kasus lain.

Pada Jumat (22/6/2022), Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga telah menahan Pejabat Pembuat Komitmen kegiatan inisial NI dan penghubung rekanan inisial HM.

"Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam perkara ini karena perkara ini merupakan perkara mega proyek dan melibatkan banyak pihak."

"Kita akan terus kejar. Kita juga menemukan dugaan suap dan gratifikasi pada kasus ini," ujarnya.

Terhadap tersangka, diancam Pasal 2 UU Tipikor Pasal dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, Pasal 3 jo Pasal 55 UU Tipikor. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat