Hendri Septa Minta Pelaku Tawuran Ditempa Khusus

Al Imran | Jumat, 29-07-2022 | 21:27 WIB | 120 klik | Kota Padang
<p>Hendri Septa Minta Pelaku Tawuran Ditempa Khusus<p>

Wako Padang, Hendri Septa bersama Kombes Pol Ferry Harahap (Kapolresta Padang) berdialog dengan pelaku tawuran pada Kamis lalu di Mapolresta Padang, Jumat siang. (humas)

PADANG (29/7/2022) - Wali Kota Padang, Hendri Septa mendatangi keenam pelajar yang diduga kuat terlibat aksi tawuran dan kini tengah diamankan bersama barang bukti sejumlah senjata tajam (sajam) di Mapolresta Padang, Jumat siang.

Di Mapolresta Padang, Hendri bersama Kapolresta Padang, Kombes Pol Ferry Harahap tampak memberikan nasihat dan arahan tegas kepada enam pelajar yang bakuhantam pada Kamis (28/7/2022) kemarin.

"Kita sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Sebab itu, mereka kita berikan pemahaman dan juga tindakan yang menimbulkan efek jera dari pihak kepolisian. Semoga, mereka ataupun seluruh pelajar di kota ini tidak melakukan hal serupa," ungkap Hendri.


Dikatakan Hendri, pelajar yang terlibat tawuran ini, akan ditempa sehingga setelah itu bisa menjadi pilar bagi pelajar lainnya untuk senantiasa menghindari aksi tawuran. Tawuran, jelas tidak ada gunanya. Untuk itu, hindari aksi tawuran dan hal tidak baik lainnya.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, demi meraih cita-cita yang diinginkan," tukas Hendri.

Hendri berharap, pihak sekolah bisa melakukan pengendalian terhadap siswanya. Kemudian, orang tua juga harus bisa menjaga anaknya ketika di rumah. Yang tak kalah penting adalah peran seluruh elemen masyarakat.

"Kita harus bangun kepedulian bersama kepada generasi muda kita. Apabila ada hal-hal yang tidak baik mereka lakukan kita semua harus bisa melakukan antisipasi mencegahnya," pungkas dia.

Sementara, Kombes Ferry Harahap memberikan apresiasi atas kepedulian yang dilihatkan Wali Kota Padang dan jajaran, yang selalu merespon cepat setiap kejadian yang terjadi di Kota Padang.

"Kita memiliki tekad yang sama yaitunya mewujudkan Padang sebagai kota yang aman, nyaman dan kondusif. Termasuk di kalangan pelajar, kita tidak ingin lagi terjadinya tawuran ini termasuk hal negatif lainnya," tegas dia.

"Di samping memberikan pembinaan, kita tidak segan-segan akan memberikan efek jera dan memproses secara hukum bagi pelaku. Apalagi mereka menggunakan sajam dan bisa menyebabkan kematian," terang Kombes Ferry.

Diketahui, dalam kasus tawuran pelajar yang terjadi di Kota Padang tersebut, siswa SMKN 1 Padang yang menjadi korban keganasan pelajar di jalanan.

Kasus itu diketahui dari viralnya video aksi tawuran yang beredar luas di medsos (media sosial). Dari video yang diunggah, tampak sejumlah pelajar saling melemparkan batu di jalur dua Lubeg-Indarung itu. Juga tampak polisi dan warga berupaya membubarkan aksi tersebut.

Menurut informasi, tawuran antar pelajar yang terjadi di daerah Cengkeh tersebut, merupakan eskalasi dari kejadian beberapa jam sebelumnya sekitar pukul 13.10 WIB di daerah Kalawi, tepatnya di depan gerbang SMKN 1 Padang.

Pelaku tawuran terlihat mengejar sembari membawa celurit dan bahkan sempat menghajar salah seorang pelajar yang dikejar. Setelah itu, mereka pun meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Dalam tawuran tersebut, dua korban mengalami luka serius dari SMKN 1 Padang. Satu orang luka gores di tangan bagian siku dan satunya lagi mengalami luka di bagian punggung.

Sementara, pelaku penyerangan atau pelajar yang terlibat tawuran, berasal dari sejumlah SMK di Kota Padang. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar