BPNB Padang Gelar Atraksi Seni Budaya dari 5 Danau

Al Imran | Selasa, 02-08-2022 | 17:46 WIB | 159 klik | Kab. Agam
<p>BPNB Padang Gelar Atraksi Seni Budaya dari 5 Danau<p>

Perwakilan grup seni tradisi akan unjuk kebolehan pada iven Atraksi Seni Budaya dari 5 Danau yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) di tepian Danau Maninjau, Senin. (humas)

AGAM (1/8/2022) -- Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) menggelar Atraksi Seni Budaya dari 5 Danau yang ada di wilayah kerjanya terdiri dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Kegiatan ini dipusatkan di Medan Nan Bapaneh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Senin.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar, Undri mengatakan, pada kegiatan ini akan menampilkan kesenian tradisional dari berbagai group seni daerah.

"Group yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 5 danau wilayah kerja BPNB Sumbar yaitu Danau Maninjau, Singkarak, Danau Kembar, Danau Ranau di Sumatera Selatan, dan Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu," ujarnya.


Dikatakan, ke 5 danau tersebut memiliki ciri khas budaya yang berbeda-beda, sehingga budaya tersebut menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.

Di antaranya adalah Talempong Uwaik-uwaik dari Grup Pauah Saiyo, Nagari Paninjauan. Indang Solok, dari Grup Indang Merpati Gantuang, Kabupaten Solok. Tari Piring Tradisi dari Grup Sanggar Chinangkiak Saiyo, Kabupaten Solok.

Raudat, dari Sanggar Betri Bukik Barisan, Sumatera Selatan. Dol Buai III (Belinat), dari Sanggar Arasta, Bengkulu. Gandang Tambua Tansa, SMPN 1 Tanjung Raya dan Gandang Tambua Tansa yang dimainkan anak Nagari Sungai Batang.

Menurut Undri, selain untuk mempromosikan kepariwisataan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya dan kesenian tradisional.

"Semoga dengan adanya event ini, diharapkan bisa mengangkat kembali seni dan budaya serta tradisi yang ada daerah kita," harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaifullah mewakili Gubernur Sumatera Barat, secara resmi membuka kegiatan Atraksi Seni Budaya dari 5 danau itu. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambua oleh Syaifullah didamping, Bupati Agam, diwakili Asisten II Setda Agam, Jetson, Kepala BPNB Sumbar, Undri dan lainnya.

"Sumbar ini memiliki budaya dan kesenian yang unik. Oleh sebab itu, perlu kita bersama-sama dalam melestarikannya, salah satunya upayanya adalah dengan kegiatan festival seperti ini," ungkap Syaifullah.

Dikatakan, Pemprov Sumbar sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena budaya sudah menjadi ciri khas daerah Ranah Minang.

Ia berharap, kegiatan ini bisa secara rutin dilaksanakan, karena bukan hanya dapat melestarikan budaya dan kesenian saja, tapi juga dapat meningkatkan sektor kepariwisataan.

"Kabupaten Agam bukan hanya terkenal dengan kearifan lokal dan budaya yang unik serta keindahan alamnya, tapi juga memiliki nilai sejarah yang cukup banyak dan melahirkan tokoh-tokoh penting dari tanah Minang, salah satunya adalah Buya Hamka," terangnya.

Ia berharap, dengan iven ini, kesenian, budaya, pariwisata dan sejarah yang ada, bisa dikenal secara luas, bahkan sampai ke dunia Internasional.

Potensi Besar

Sementara itu, Jetson mengucapkan terimakasih pada BPKB Sumbar, yang menjadikan Nagari Sungai Batang sebagai tuan rumah pada kegiatan ini.

"Danau Maninjau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, di antaranya yaitu pariwisata, budaya, sejarah dan banyak lainnya," ujarnya.

Oleh sebab itu, terangnya, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kita bisa menggali potensi-potensi tersebut, dan memanfaatkannya secara maksimal, sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kita berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, dan direncanakan pada tahun depan, festival ini akan dikemas lebih meriah lagi," ujarnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar