Penyidik Kejari Pasbar Amankan Barang Bukti Satu Koper dan Satu Box Besar dari RSUD Jambak

Al Imran | Selasa, 02-08-2022 | 18:06 WIB | 363 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Penyidik Kejari Pasbar Amankan Barang Bukti Satu Koper dan Satu Box Besar dari RSUD Jambak<p>

Penyidik Kejari Pasaman Barat, mengamankan sejumlah barang bukti dari RSUD Jambak, Selasa sore. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (2/8/2022) -- Penyidik Kejari Pasaman Barat geledah sejumlah ruangan di RSUD Jambak, Selasa. Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan rumah sakit milik daerah itu pada tahun anggaran 2018-2020. Ditaksi, kerugian negera mencapai Rp20 miliar lebih.

"Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Nomor 14/Pen. Pid/2022/PN Psb," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Andi Suryadi didampingi sejumlah penyidik di Simpang Empat.

Dikaatkan, penggeledahan berjalan lancar dan aman, yang dimulai sejak pukul 15.12 WIB sampai pukul 16.15 WIB.


"Sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pembangunan RSUD itu berhasil disita untuk memperkuat pembuktian," katanya.

Ia menyebutkan pada penggeledahan ini, penyidik menyita dokumen satu koper dan satu bok besar yang berkaitan dengan pembangunan RSUD itu.

"Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti tambahan, dalam rangka mengembangkan proses penyidikankasus dugaan korupsi itu," ujarnya.

Di antara contoh dokumen yang berhasil disita adalah dokumen kontrak, laporan perkembangan atau progres pekerjaan mingguan dan bulanan, surat keputusan serta dokumen lainnya.

"Dalam penggeledahan ini, pihak rumah sakit sangat kooperatif dan tidak ditemukan kendala yang berarti," sebutnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Pasaman Barat, Yandri mengatakan, pihaknya langsung mendampingi penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat dalam penggeledahan.

"Kita mendukung dan mendampingi penyidik serta menyerahkan sejumlah dokumen terkait pembangunan RSUD 2018-2020 itu," katanya.

Ia mengatakan, penggeledahan itu dilakukan di ruang arsip dan kantor RSUD terkait dokumen kegiatan itu.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD itu, pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menetapkan lima orang tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), NI, penghubung atau pihak ketiga inisial HM.

Kemudian, Direktur PT MAM Energindo, AA, Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial Y dan BS.

"Tiga orang tersangka, sudah ditahan dititipkan di Rumah Tahanan Polres Pasaman Barat yakni NI, HM dan Y. Sedangkan AA ditahan pada kasus lainoleh KPK dan satu orang lagi BS masih menjalani perawatan di RS Yarsi karena mengalami sakit," katanya.

Dia menjelaskan, pada proyek RSUD senilai Rp134 miliar itu kerugian negara mencapai Rp20 miliar lebih sesuai perhitungan tim ahli yang memeriksa pekerjaan fisik proyek itu.

Perkara itu terungkap dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap perencanaan pembangunan RSUD Jambak.

Berdasarkan itulah, penyidik kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk pembangunan fisik RSUD itu.

Terhadap perkara itu, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga menggunakan ahli teknis dan beberapa hari yang lalu memberikan hasil kerugian negara karena kekurangan volume senilai Rp20,135 miliar lebih dari nilai kontrak Rp134,859 miliar yang dikerjakan PT MAM Energindo. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat