Penyidik Kejari Cium Aroma Suap dan Gratifikasi di Pembangunan RSUD Jambak

Al Imran | Selasa, 02-08-2022 | 20:15 WIB | 433 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Penyidik Kejari Cium Aroma Suap dan Gratifikasi di Pembangunan RSUD Jambak<p>

Penyidik Kejari Pasaman Barat mendorong koper dan box ukuran besar, sejumlah dokumen terkait pembangunan RSUD Jambak tahun anggaran 2018-2020 lalu, Selasa sore. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (2/8/2022) - Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Andi Suryadi tak menutup kemungkinan, tersangka dugaan korupsi pembangunan RSUD Jambak bakal terus bertambah.

"Tidak tertutup kemungkinan, ada tersangka lainnya dalam perkara ini. Karena, ini merupakan perkara mega proyek dan melibatkan banyak pihak," ungkap Andi Suryadi disela penggeledahan sejumlah ruangan dalam mengumpulkan barang bukti (BB) di RSUD Jambak, Selasa sore.

Dia menjanjikan, penyidik Kejari Pasaman Barat akan terus mengejar para pengemplang uang negara di proyek yang dikerjakan secara tahun jamak (multiyears) yakni pada tahun anggaran 2018 hinga 2020.


"Hasil penyidikan sementara, kita menemukan dugaan suap dan gratifikasi pada kasus ini," tegas Andi Suryadi.

Diketahui, dugaan korupsi pembangunan RSUD Jambak itu, pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), NI, penghubung atau pihak ketiga inisial HM.

Kemudian, Direktur PT MAM Energindo, AA, Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial Y dan BS.

"Tiga orang tersangka, sudah ditahan dititipkan di Rumah Tahanan Polres Pasaman Barat yakni NI, HM dan Y. Sedangkan AA ditahan pada kasus lainoleh KPK dan satu orang lagi BS masih menjalani perawatan di RS Yarsi karena mengalami sakit," katanya.

Terhadap tersangka, ungkap Andi Suryadi, bakal dijerat dengan Pasal 2 UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahundan maksimal 20 tahun serta Pasal 3 jo Pasal 55 UU Tipikor.

Melengkapi penyidikan ini, sejumlah personel Kejari Pasbar melakukan penggeledahan ke kantor RSUD Jambak, Selasa sore, yang dimulai pukul 15.12 WIB sampai pukul 16.15 WIB.

Sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pembangunan RSUD itu berhasil disita untuk memperkuat pembuktian di persidangan nanti.

Pada penggeledahan ini, penyidik menyita dokumen satu koper dan satu bok besar yang berkaitan dengan pembangunan RSUD itu.

Proyek pembangunan RSUD Jambak ini senilai Rp134 miliar. Kerugian negara ditaksi mencapai angka Rp20 miliar lebih sesuai perhitungan tim ahli yang memeriksa pekerjaan fisik proyek itu.

Perkara itu terungkap, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap perencanaan pembangunannya yang bermasalah. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat