Pengembangan Pelabuhan Panasahan, KSOP dan KPKNL Padang Chek Area Stockpile

Al Imran | Rabu, 03-08-2022 | 23:02 WIB | 352 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Pengembangan Pelabuhan Panasahan, KSOP dan KPKNL Padang Chek Area Stockpile<p>

Tinjauan lapangan rombongan KSOP dan KPKNL ke Pelabuhan Panasahan Painan, Rabu. (tusrisep)

PESISIR SELATAN (3/8/2022) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang melakukan tinjauan lapangan ke Pelabuhan Panasahan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu.

Peninjauan tersebut, dalam upaya pengecekan dan penilaian terkait kesiapan lokasi stockpile (lapangan penumpukan) di lokasi.

"Kita (KSOP) bersama tim Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Padang, melakukan peninjauan serta penilaian terhadap stockpile yang akan disewa investor pengelola," ungkap Kepala KSOP Padang, Wigyo, di Painan, Rabu.


Di lokasi pelabuhan, terangnya, ada sejumlah infrastruktur fasilitas pelabuhan. Seperti area stockpile, dermaga, fasilitas labuh, gedung kantor dan lainnya. "Nah, ini yang kita hitung," ucap Wigyo seputar kunjungan lapangannya ini.

Sedangkan untuk dermaga, terang dia, pengecekan dan penilaian nantinya akan digunakan PP No 15 Tahun 1983 tentang Perusahaan Umum Pelabuhan.

Hasil penilaian ini, akan diproses dan dihitung tim KPKNL. Selanjutnya, disampaikan ke KSOP untuk diteruskan ke Dirjen Perhubungan Laut.

"Dirjen nantinya akan mengeluarkan persetujuan penetapan tarif sewa. Setelah itu, barulah dilakukan kerjasama kontrak," jelas Wigyo.

Jadi, pengembangan pelabuhan panasahan ini masih menunggu proses. Tapi, kalau dilihat ini sudah sangat baik.

"Kesimpulannya, pelaksanaan pengoperasian pelabuhan ini setelah kontrak berjalan antara KSOP dengan pengelola bisa langsung dilaksanakan," papar Wigyo.

Dasar Penentuan Tarif

Mailendra, Fungsional Penilai dari KPKNL Padang menambahkan, selaku jajaran di bawah Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, pihaknya diminta oleh KSOP melakukan pengecekan ke lokasi.

""Survei lapangan dalam rangka penilaian (permohonan dari pihak KSOP) terhadap pengelolaan barang milik negara, berupa tanah untuk bangunan dermaga," ucapnya.

Sewa tanah itu, terang Mailendra, akan digunakan sebagai dasar oleh KSOP dalam menarik tarif sewa.

"Setelah ini, kami akan menghasilkan nilai wajar sewa namanya dan itu akan dijadikan sebagai dasar dalam penentuan tarif sewa dikontrak kerjasama KSOP dengan calon penyewa (pengelola) nanti," terang dia.

1,8 HA Lahan Sudah Bebas

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Selatan, Syafrijoni menyebutkan, Pemkab berharap pengembangan pelabuhan panasahan ini segera terlaksana.

"Sebab, pelabuhan ini merupakan (pelabuhan) penyangga dari Teluk Bayur," katanya, Rabu.

Saat ini, papar Syafrijoni, pemda sudah melakukan pembebasan lahan 1,8 Hektare dan diserahkan ke KSOP.

Kemudian, ada yang 12 hektare lagi yang akan menyusul (pembebasan sedang berjalan).

"Harapan, optimalnya operasional pelabuhan panasahan jelas membuat perekonomian masyarakat lebih menggeliat," ucap Syafrijoni. (tsp)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar