4 Km Garis Pantai Diterjang Abrasi, 700 Unit Rumah di Nagari Tiku V Jorong Terancam

Al Imran | Kamis, 04-08-2022 | 11:05 WIB | 162 klik | Kab. Agam
<p>4 Km Garis Pantai Diterjang Abrasi, 700 Unit Rumah di Nagari Tiku V Jorong Terancam<p>

Wabup Agam, Irwan Fikri meninjau kawasan pantai di Nagari Tiku V Jorong yang tergerus abrasi, Rabu. Sebanyak 700 rumah warga terancam dilamun ombak. (humas)

AGAM (3/8/2022) - Daratan sejauh 15 meter, telah digerus gelombang air laut atau abrasi di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, dalam sepekan terakhir. Ratusan rumah warga di daerah itu terancam dampak abrasi.

"Ini membutuhkan penanganan segera. Pengikisan bibir pantai itu berpotensi memberikan ancaman besar terhadap pemukiman masyarakat," ungkap Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri saat meninjau lokasi abrasi di Nagari Tiku V Jorong, Rabu.

Kondisi kehilangan daratan tersebut, sambung Irwan, dengan daratan yang tersisa 300 meter, diprediksi dalam kurun dua tahun kedepan akan berdampak langsung terhadap perumahan warga.


Merespon peristiwa itu, Pemerintah Kabupaten Agam bakal menyurati Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dalam waktu dekat.

"Kondisi ini butuh penanganan dari pemerintah pusat. Karena solusi satu-satunya cara adalah pemasangan batu grip dan itu butuh dana yang cukup besar," tuturnya.

Sementara, Sekretaris Nagari Tiku V Jorong, Anaswar menambahkan, ancaman abrasi mengancam 700 unit rumah yang tersebar di Jorong Muaro Putih sekitar 400 unit dan Jorong Masang 300 unit.

Ia mengatakan, 700 unit rumah itu berjarak sekitar 300 sampai 400 meter dari bibir pantai yang sebelumnya berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Sejak 2021 sampai 2 Agustus 2022 ini, tambahnya, sudah sekitar 50 meter daratan yang tergerus gelombang pasang.

Selain itu, lahan perkebunan kelapa dan kelapa sawit milik warga dan plasma juga rusak akibat abrasi.

"Ini akibat abrasi terjadi hampir setiap tahun dan satu minggu terakhir sekitar 15 meter daratan yang tergerus gelombang pasang dengan panjang 4 Km," katanya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar