Padang Simpan Beragam Potensi Literasi, Yuliandre: Bisa jadi Bahan Konten Kreatif

Al Imran | Jumat, 05-08-2022 | 23:06 WIB | 156 klik | Kota Padang
<p>Padang Simpan Beragam Potensi Literasi, Yuliandre: Bisa jadi Bahan Konten Kreatif<p>

Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Yuliandre Darwis bersama Dasrul (Ketua KPID Sumbar), Asisten II Ekbang dan Kesra, Didi Haryadi dan Asisten III Administrasi Umum, Corry Saidan dan lainnya, foto bersama di Palanta Rumah Dinas Wallikota Padang, Jl A Yani Padang. (humas)

PADANG (5/8/2022) - Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Yuliandre Darwis menilai, Kota Padang menyimpan beragam literasi yang bisa dijadikan konten untuk konsumsi nasional bahkan internasional.

"Potensi literasi itu sangat penting dalam ekonomi kreatif, salah satunya adalah industri penyiaran. Sebutlah literasi mengenai Malin Kundang, Siti Nurbaya dan lainnya," sebut Yuliandre di Padang, Jumat.

Hal itu dikatakan Yuliandre saat memimpin rombongan KPI Pusat ke sejumlah daerah di Sumatera Barat. Ikut hadir Komisioner KPI Pusat lainnya, Nuning Rodiyah dan Hardly Stefano Fenolon Pariela serta Sekretaris KPI Pusat, Umri dan 40 orang staf KPI Pusat.


Bukan semata literasi, terang Yuliandre, keindahan alam seperti Pantai Padang dan destinasi wisata lainnya, serta beragam kuliner yang ada, juga merupakan bahan yang melimpah yang bisa dijadikan konten, sebagai promosi daerah.

Yuliandre lalu mencontohkan Korea Selatan. Dimana, kreativitas atau konten kreatif, bisa meningkatkan perekonomian suatu daerah atau negara.

"Dari satu boyband BTS dari Korea Selatan itu saja, bisa menghasilkan 76 triliun," tukas Yuliandre yang saat ini juga menjabat Penasehat/Advisor Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Uno.

Fenomena yang terjadi di Korsel itu, kata Yuliandre lagi, harus jadi inspirasi bagi masyarakat Padang. Menurutnya, Pemko Padang harus bisa memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dalam mengangkat kearifan lokal, dengan mengaitkannya ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah), seperti Diskominfo, Dinas Pariwisata dan lainnya.

Mengenai penyiaran di Sumbar, Yuliandre mendukung adanya peraturan daerah (Perda) tentang Penyiaran yang menjadi regulasi bagi dunia penyiaran dengan berlandaskan kearifan lokal yang ada di Sumbar.

Kemudian, kata Yuliandre, KPI dalam rekrutmen komisioner di daerah dilakukan secara desentralisasi, DPRD provinsi setempat yang memilih. "Beda dengan lembaga lain seperti KPU, Bawaslu dan lainnya, yang dipilih oleh pusat," tukas Yuliandre.

Setelah saling bertukar cendera mata, acara kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan bersama, sebelum datangnya waktu shalat Jumat.

Dalam sambutannya, walikota Padang yang diwakili Asisten III, Corry Saidan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan KPI Pusat ke Pemko Padang.

Dia berharap, ke depan bisa terjalin kerjasama dengan KPI khususnya dengan KPID Sumbar, dalam hal penyiaran program dan kegiatan yang ada di Pemko Padang.

"Pemko Padang saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakkan ekonomi kreatif dan UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah), sehingganya perlu kolaborasi, harmonisasi serta koordinasi dengan stakeholder lembaga penyiaran maupun dengan KPID Sumbar, agar hasilnya bisa maksimal," ujar Corry.

Ke depan, sebut Corry, banyak kegiatan-kegiatan yang berskala nasional yang akan dipusatkan di Kota Padang, di antaranya adalah Penas Tani pada tahun 2023 mendatang.

"Banyak promosi yang bisa dibantu dan ini butuh peran serta lembaga penyiaran agar kegiatan tersebut sukses hendaknya," imbuhnya.

Ikut hadir mendampingi, Ketua KPID Sumbar, Dasrul beserta komisioner lainnya, Ficky Tri Saputra, Robert Cenedy dan Rahmadi Sutrisno.

Sebelum di Padang, rombongan juga telah melakukan kunjungan kerja ke Pariaman, Agam, Padang Panjang dan Bukittinggi.

Di Padang, rombongan KPI Pusat ini disambut Asisten II Ekbang dan Kesra, Didi Haryadi dan Asisten III Administrasi Umum, Corry Saidan di Palanta Rumah Dinas Wallikota Padang, Jl A Yani Padang. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar