Waspada1! BBPOM Temukan 185 Kosmetik Ilegal Dijual Bebas di Sumatera Barat

Al Imran | Sabtu, 06-08-2022 | 22:58 WIB | 135 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Waspada1! BBPOM Temukan 185 Kosmetik Ilegal Dijual Bebas di Sumatera Barat<p>

Kepala BBPOM di Padang, Abdul Rahim memperlihatkan hasil temuan 185 produk kosmetik ilegal di sejumlah kota di Sumatera Barat hasil penertiban sejak beberapa waktu terakhir, Jumat.

PADANG (6/8/2022) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan 185 produk kosmetik ilegal di sejumlah kota di Sumatera Barat.

Temuan ini berdasarkan penertiban yang digelar di 42 sarana (toko dan lapak). Dimana, sebanyak 23 sarana yang menjual kosmetik ilegal.

"Dari 23 sarana itu, ditemukan 1.544 pcs kosmetik ilegal dengan nilai Rp31,473 juta lebih. Produk kosmetik itu terdiri dari kosmetik dalam dan luar negeri," ungkap Kepala BBPOM di Padang, Abdul Rahim dalam keterangan persnya, Jumat.


Temuan ini berdasarkan penertiban yang digelar BBPOM Padang bersama Disperindag, Dinas Kesehatan dan Polda Sumbar.

Selain itu, terang Abdul Rahim, di penertiban itu juga ditemukan penjual kosmetik yang telah kedaluwarsa sebanyak 5 item dengan jumlah 15 pcs.

"Berdasarkan pemeriksaan sebelumnya pada tahun 2019, diperoleh penurunan temuan yaitu sebanyak 40 persen," ungkapnya.

"Sejumlah kosmetik ilegal yang diamankan ini akan dimusnahkan di BBPOM di Padang," tambah dia.

Untuk tindakan lebih lanjut, kata Abdul Rahim, pemilik dan pedagang diberikan pembinaan sekaligus peringatan keras, agar tidak lagi menjual kosmetik ilegal tersebut.

Ia menambahkan, jika ada masyarakat yang menemukan permasalahan terhadap obat dan makanan, dapat menghubungi layanan pengaduan konsumen Balai Besar POM di Padang di nomor: 0751-705428 dan pada aplikasi "GALAMAI".

Untuk konsumen, BBPOM mengimbau agar jadi konsumen cerdas dalam melakukan pemilihan kosmetik yang aman dengan selalu melakukan cek kemasan, label, izin edar dan masa kedaluarsanya sebelum membeli produk. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar