Sumbar dan Jabar Inisiasi Perdagangan Antar Provinsi, Kang Emil: Kita Harus Berdagang Sesama Kita

Al Imran | Selasa, 09-08-2022 | 10:11 WIB | 252 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Sumbar dan Jabar Inisiasi Perdagangan Antar Provinsi, Kang Emil: Kita Harus Berdagang Sesama Kita<p>

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menerima cenderamata dari Gubernur Sumbar Mahyeldi, usai menandatangani tiga kesepakatan di auditorium gubernur Sumatera Barat, Ahad. (humas)

PADANG (9/8/2022) -- Ridwan Kamil dan Mahyeldi, tandatangani tiga kesepakatan di auditorium gubernur Sumatera Barat, Ahad. Selain itu, Kang Emil, demikian Ridwan Kamil karib disapa, mengajak untuk digelarnya festival kedua provinsi dalam rangka meningkatkan perdagangan antar provinsi yang dinilai masih kurang.

Kesepakatan Bersama yang ditandatangani itu tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik, Perjanjian Kerjasama Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Perjanjian Kerjasama Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil di antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Barat.

"Festival bersama ini, sudah sering dilakukan di negara lain, bahkan sudah pada level negara. Seperti Festival Eropa, Australia, India dan lainnya. Namun karena terdapat guncangan efek perdagangan industri global, pandemi covid-19 hal tersebut sangat terdampak," ungkap Kang Emil dalam sambutannya.


Kang Emil melihat, kedepan, perdagangan yang dimajukan itu adalah perdagangan antar provinsi. Bukan lagi ekspor ke luar negeri.

"Kerjasama perdagangan antar provinsi selama ini terasa sangat kurang, hanya bussiness to bussiness saja," tukas Kang Emil.

"Kita harus berdagang sesama kita. Banyak potensi UMKM yang kita bisa perdagangkan ataupun hanya saling tukar pengetahuan," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat ini juga menambahkan, kerjasama kedua provinsi tersebut sangat penting artinya untuk saling mengetahui potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar, padahal kami (Jabar-red) punya atau sebaliknya mungkin Sumbar tidak hafal apa yang Jabar butuhkan. Kita bisa saling tukar informasi dulu, baru dieksekusi tindaklanjutnya," sambung Ridwan.

Selain itu, Ridwan Kamil juga menyinggung soal informasi sebagai kunci dari kerjasama. Dia berharap, kedua provinsi ini saling memberikan informasi apa yang dibutuhkan dari sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikembangkan di masing-masing wilayah.

Sementara, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesepakatan yang terjalin antar Pemprov Sumbar dan Jabar.

Menurutnya, kedua provinsi tersebut sama-sama memiliki kemiripan karakteristik wilayah seperti kemiripan topografi, potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan lainnya.

"Ketika semua potensi tersebut dikerjasamakan, maka akan bisa menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan antar dua daerah," ujar Mahyeldi.

Ia juga menyebut saat ini Sumbar sedang fokus menargetkan 100 ribu milenial entrepreneur dan woman entrepreneur.

Oleh sebab itu, dia berharap dengan adanya kerjasama ini banyak inovasi dan kreativitas di Jabar dapat menjadi percontohan oleh pelaku UMKM di Sumbar.

"Kami melihat Bandung dengan masyarakatnya yang produktif, sehingga banyaknya inovasi dan kreativitas lahir di Jabar. Kita berharap, dengan MoU ini akan bisa mengalir kreativitas yang ada di Jabar tersebut ke Sumbar, yang tentunya akan meningkatkan penjualan dan pemasaran dari UMKM kita," harap Mahyeldi. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar