Wamentan Harvick dan Mahyeldi Bahas Potensi Sorgum di Sumbar

Al Imran | Sabtu, 13-08-2022 | 06:46 WIB | 162 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Wamentan  Harvick dan Mahyeldi Bahas Potensi Sorgum di Sumbar<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, disambut di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Jumat. (humas)

PADANG (12/8/2022) - Sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait hilirisasi tanaman Sorgum, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, membahas peluang tanaman sorgum sebagai komoditas pengganti gandum di Sumatera Barat.

Diketahui saat ini, Indonesia ketergantungan terhadap impor gandum dan jagung sebagai sumber pangan. Sorgum juga akan dicanangkan sebagai alternatif pengganti nasi.

Upaya penanaman sorgum tersebut dilakukan Indonesia dalam rangka menghadapi krisis pangan dunia.


Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, sorgum bisa jadi alternatif pangan utama serta menguntungkan.

Apalagi, sorgum memiliki tingkat produktivitas sekitar 5 ton per hektar per musim.

"Kementerian Pertanian mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan pengembangan pangan alternatif seperti sorgum," ujarnya saat bertemu dengan Gubernur Sumbar di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat.

Gagasan tersebut didukung Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Dia menceritakan saat Rapat Koordinasi gubernur se-sumatera yang dilaksanakan Juli lalu, juga membahas terkait ketahanan pangan di Pulau Sumatera dan daerah pertanian lainnya yang memiliki surplus padi serta hasil-hasil pertanian lainnya.

"Apalagi saat merebaknya kasus Covid-19 tahun lalu, hal tersebut sangat berdampak pada ketahanan pangan di Sumbar. Hilirisasi sorgum merupakan langkah yang solutif, saat ini saatnya kita bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19," ujar Mahyeldi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sub Koordinator Jagung dan Serelia Lain Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Sri Gamela.

Ia mengatakan, tanaman Sorgum daerah kritis dapat tumbuh lebih kuat daripada jagung.

"Tanaman sorgum merupakan peluang Indonesia untuk mengekspor tanaman tersebut ke luar negeri, karena negara seperti Filipina banyak impor ke negara luar," katanya.

Turut hadir mendampingi gubernur, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumbar, Syafrizal serta perwakilan dari Kabupaten Limapuluh Kota. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar