Sonsong Pemilu 2024

PJS Gelar Dialog Politik Menakar Elektabilitas PPP, Ini Link Siaran Livenya

Al Imran | Senin, 15-08-2022 | 17:17 WIB | 151 klik | Nasional
<p>PJS Gelar Dialog Politik Menakar Elektabilitas PPP, Ini Link Siaran Livenya<p>

Plt Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba.

JAKARTA (15/8/2022) - Perhimpunan Jurnalis Siber (PJS) Indonesia dan RuangPolitik.com gelar dialog politik secara hybrid, Selasa (16/8/2022) besok, pukul 09.30 WIB sampai selesai. Tema yang diangkat, bertajuk 'Menakar Peluang PPP Lolos Parlemen pada Pemilu 2024.'

Dalam keterangan tertulisnya pada wartawan, Plt Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba menyampaikan, program dialog politik ini merupakan bentuk sumbangsih PJS dalam menyukseskan dan menyemarakkan gelaran pesta demokrasi Indonesia.

Dialog yang menghadirkan narasumber pemerhati politik nasional dan politisi PPP ini, sekaligus sebagai penanda gong Pemilu 2024 sudah ditabuh.


"PJS berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan Pemilu 2024, salah satunya dengan memberikan informasi-informasi yang tepat dan bertanggung jawab kepada masyarakat," tulis Mahmud, Ahad.

Menurut Mahmud, peran pers dalam menyongsong Pemilu 2024, antara lain adalah memberikan masukan kepada masyarakat sehingga bisa mendapatkan bekal untuk memilih partai dan calon-calon legislatif (caleg) yang kompeten dan kapabel.

"Kita berharap, Pemilu 2024 merupakan pemilu yang berkualitas, sehingga outputnya juga sesuai dengan harapan. Kuncinya semua itu pada masyarakat, pada pemilih. Bagaimana bisa memilih sosok-sosok yang tepat pada tiap tingkatan," terang wartawan senior tersebut.

Dalam dialog politik kali ini, sengaja diangkat tema tentang elektabilitas PPP yang menurut banyak survei, mengalami penurunan elektabilitas yang cukup signifikan.

Beberapa narasumber yang akan membahas itu adalah Djayadi Hanan dari Lembaga Survey Indonesia (LSI), Ray Rangkuti pendiri Lingkar Madani dan politisi senior PPP, Rusli Effendi.

Dialog akan dipandu oleh presenter televisi nasional Tasya Felder, yang berpengalaman memandu dialog-dialog di berbagai televisi.

"PPP merupakan partai yang memiliki sejarah panjang. Salah satu partai paling tua dan sudah mengikuti perjalanan bangsa sejak lama," ungkap Mahmud.

"Dari berbagai survei, elektabilitas terlihat PPP sangat rendah bahkan tidak melewati ambang batas parlemen, 4%. Tentunya, kita perlu melihat dan mengetahui lebih dalam, apa yang tengah terjadi dengan PPP," jelas Mahmud.

Ke depan, kata Mahmud, PJS akan terus membuat dialog-dialog politik ini secara berkelanjutan, dengan tema-tema yang menarik dan isu-isu terkini tentang politik di Indonesia.

Untuk menyimak dialog menarik ini, silahkan klik tautan link ini dan atur pengingat agar anda tidak melewati informasi-informasinya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar