Komisi VI DPR RI Gelar Reses ke Provinsi Kaltara

Nevi Zuairina Minta Kementrian BUMN Lakukan Penguatan Infrastruktur Digital di Pulau Terluar

Al Imran | Selasa, 16-08-2022 | 17:30 WIB | 154 klik | Nasional
<p>Nevi Zuairina Minta Kementrian BUMN Lakukan Penguatan Infrastruktur Digital di Pulau Terluar<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina pada momen kunjungan reses ke Kalimantan Utara (Kaltara), Senin.

KALTARA (16/8/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina pada momen kunjungan reses ke Kalimantan Utara (Kaltara), menyampaikan tentang ketertinggalan berbagai infrastruktur baik fisik maupun digital. Sehingga, diperlukan akselerasi yang progresif.

Nevi berharap pada Kementerian BUMN yang turut hadir pada pertemuan kunjungan reses itu, untuk membenahi seluruh perbatasan terutama pulau terluar dengan semua infrastrukturnya khususnya Provinsi Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia yaitu Negara Bagian Sabah dan Sarawak.

"Benahi terutama pada persoalan digital yang akan jadi perwajahan negara kita di mata dunia. UMKM dapat memanfaatkan fasilitas digital di pulau terluar, sehingga menjadi jembatan pertukaran berbagai ilmu pengetahuan dan perniagaan," pinta Nevi.


Legislator asal Sumatera Barat II ini menegaskan, penguatan perekonomian dan pengetahuan masyarakat yang menghuni tanah air di perbatasan atau pulau terluar, akan jadi indikator pemerataan pembangunan.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada segala sektor, termasuk UMKM, perlu ada percepatan pengembalian kondisi salah satunya dengan penguatan infrastruktur yang mendukung berjalannya digitalisasi berkegiatan baik perniagaan maupun ilmu pengetahuan.

"Dengan hadirnya jaringan internet, diharapkan semakin banyak platform digital yang bisa hadir di Kaltara ini," ujarnya.

"Tentunya bukan hanya di Kaltara, tapi di seluruh pulau terluar negara kita, sehingga informasi hingga pelosok negara kita dapat terpantau secara akurat," tegas Nevi.

Politisi PKS ini menjelaskan, dengan penguatan infrastruktur digital, maka semua aktivitas di masyarakat terjauh akan seimbang dengan kota-kota besar. Ia mencontohkan aktivitas perbankan, platform perniagaan, platform distribusi termasuk kendaraan umum online akan terimplementasi di pulau terluar.

Investasi baik dari dalam negeri maupun dalam negeri yang melirik perbatasan negara, juga akan menjadi perhatian sehingga pembangunan akan menjadi tidak timpang antara ibukota maupun pulau terluar.

"Saya harap pemerintah dapat mengimplementasi usulan ini, agar ujungnya nanti, gini rasio masyarakat Indonesia ini dapat lebih mengecil."

"UMKM di setiap daerah dapat aktif dan bergeliat, yang ujungnya perekonomian kerakyatan menjadi menguat seiring dengan transformasi digital yang adaptif dan aplikatif," tutup Nevi Zuairina. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar