Maigus Nasir Pimpin Upacara HUT RI ke-77 di KPID Sumbar, Ini Pesannya

Al Imran | Rabu, 17-08-2022 | 17:46 WIB | 288 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Maigus Nasir Pimpin Upacara HUT RI ke-77 di KPID Sumbar, Ini Pesannya<p>

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sumatera Barat, Maigus Nasir jadi pembina upacara HUT RI ke-77 di halaman kantor KPID Sumatera Barat, Rabu pagi. (humas)

PADANG (17/8/2022) - Usia 77 tahun dalam kemerdekaan Indonesia sebagaimana yang termaktub di dalam Pembukaan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan yang maha kuasa.

Oleh sebab itu sebagai bangsa yang telah diberikan oleh Allah anugerah tertinggi 350 tahun dalam jajahan Belanda tiga setengah tahun dalam penjajahan Jepang. Kemudian dengan segala keterbatasan dengan segala kondisi kesulitan akhirnya 17 Agustus 1945 Allah memberikan anugerah tertingginya buat kita bangsa dalam bentuk kemerdekaan.

"Selaku pembina upacara, saya mengajak kita semua untuk mengenang untuk merenung betapa kasih sayangnya Allah terhadap negeri yang hari ini telah merasakan kemerdekaan 77 tahun," ungkap Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sumatera Barat, Maigus Nasir saat jadi pembina upacara HUT RI ke-77 di halaman kantor KPID Sumatera Barat, Rabu pagi.


Maigus juga mengajak para generasi muda penerus bangsa khususnya yang saat ini berkecimpung di dunia jurnalistik, untuk menghargai jasa para pahlawan. Menurutnya, negara yang besar negara yang mengenang para pahlawannya. Salah satu, pahlawan bangsa yang mengantarkan Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka adalah para pejuang jurnalistik.

Para pejuang dilembaga penyiaran mempunyai peranan, tokoh-tokoh penyiar yang di tengah-tengah pertarungan antara Belanda yang tidak ingin melepaskan Indonesia dari cengkraman kekuasaannya dengan keinginan luhur bangsa Indonesia yang merasa negri ini adalah miliknya, yang mempertaruhkan segala jiwa dan raganya ingin untuk merdeka dari penjajahan itu.

Maka, ditengah-tengah kondisi yang semacam itu, peranan lembaga pers, lembaga jurnalistik, lembaga penyiaran jadi salah satu penentu yang mempengaruhi dunia karena orang tidak akan bisa mendengar orang tidak akan bisa melihat orang tidak akan bisa mengetahui tanpa andil dan peran besar dari lembaga penyiaran.

Maigus menambahkan, wajar rasanya lembaga penyiaran dan saat ini berada di bawah wajah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat, hari ini melaksanakan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia karena peran dan andil besar lembaga penyiaran tidak kalah pentingnya dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang oleh para tokoh pahlawan bangsa yang bertarung secara fisik menghadapi kekuatan fisik.

Para penjajah yang menindas negeri ini, oleh sebab itu hari ini kepada rekan-rekan media cetak dan elektronik kepada rekan-rekan para tokoh lembaga tes pada rekan-rekan yang hari ini berada di lembaga penjara tertutup dan tanggung jawab kita ke depan adalah melanjutkan apa yang menjadi cita-cita para pendahulu.

Maigus juga menyinggung terkait fungsi pengawasan yang dimiliki oleh komisi penyiaran daerah saat ini Dimana, kemerdekaan bukan berarti bebas terbebas-bebasnya tetapi kemerdekaan juga memiliki makna dengan menjunjung tinggi segala nilai-nilai yang ada di negara Indonesia.

Terakhir, politisi Partai Amanat Nasional ini juga mengajak lembaga penyiaran untuk lebih memasifkan penanyangan konten konten lokal. Hal ini dilakukan, agar sesuatu yang tersembunyi dan belum diketahui oleh dunia luar akan ragamnya Sumatera Barat, bisa terpublikasikan secara massif.

Sementara itu, Ketua KPID Sumatera Barat, Dasrul menambahkan, tujuan dari upacara bendera ini tidak lain adalah bentuk membentuk dan mempertahankan semangat nasionalisme di tengah tengah masyarakat, khususnya di dalam KPID Sumbar.

Dasrul akui, upacara yang digelar di halaman kantor KPID ini, merupakan bentuk wujud dan rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh segenap komisioner dan tenaga pemantau yang ada di lingkungan KPID Sumbar.

Dasrul juga akui, kegiatan ini merupakan perdana sejak KPID terbentuk di Sumatera Barat dan selanjutnya akan menjadi agenda rutin tahunan setiap tanggal 17 Agustus.

Untuk pesertanya sendiri, berasal dari lembaga lembaga penyiaran yang ada di Sumatera Barat baik itu televisi maupun radio. Selain itu, KPID Sumbar juga mengundang Komisi Informasi Sumbar yang di hadiri ketuanya, Nofal Wiska, Ketua IJTI Sumbar terpilih, Defri Mulyadi serta tujuh orang komisioner KPID Sumbar. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar