IIDI Padang Bantu 10 Ibu Hamil dengan Makanan Tambahan, Ini Targetnya

Al Imran | Sabtu, 20-08-2022 | 21:33 WIB | 303 klik | Kota Padang
<p>IIDI Padang Bantu 10 Ibu Hamil dengan Makanan Tambahan, Ini Targetnya<p>

Ketua IIDI Padang, dr Rima Semiarty didampingi Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr Winanda menyerahkan makanan tambahan kepada perwakilan ibu hamil, Jumat. (veri rikiyanto)

PADANG (19/8/2022) - Sebanyak 10 orang ibu hamil mendapat bantuan makanan tambahan dari Ikatan Istri Dokter Indonesia cabang Padang, di Puskesmas Padang Pasir, Jumat.

Ketua IIDI cabang Padang, dr Rima Semiarty mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari bulan bakti IIDI, yang disandingkan dengan program Jumat Berkah yang dicanangkan IIDI cabang Padang.

Menurut Rima yang juga merupakan tim percepatan penurunan Stunting Kota Padang, program ini merupakan upaya mengatasi Stunting dari hulu, yakni dimulai sejak masa kehamilan.


Rima menjelasakan, selain pemberian makanan tambahan, asupan gizi dan vitamin, juga akan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan kandungan serta pemberian FE, edukasi terkait gizi dan perawatan kehamilan.

"Goal (tujuan) kita adalah bagaimana nantinya bayi yang lahir sehat dan normal, termasuk mencegah kematian ibu saat melahirkan," ujar Rima.

Selanjutnya, kata Rima, para ibu hamil tersebut akan dipantau perkembangannya melalui kader maupun pembina wilayah Puskesmas.

"Sekali tiga bulan akan dipantau perkembangan mereka, baik berat badan, kesehatan ibu dan kandungan, serta memantau kondisi aneimis si ibu," lanjut Rima.

Untuk pemberian makanan tambahan termasuk asupan nutrisi dan gizi, juga tetap dilanjutkan hingga bayi berumur dua tahun.

"Makanan tambahan yang kita berikan selain makanan yang sudah jadi, juga kita berikan berbentuk bahan, para ibu juga akan kita ajarkan bagaimana mengolah makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi," kata Rima.

Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr Winanda menjelaskan, peserta program merupakan ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas.

"Berdasarkan data dari pembina wilayah, mereka merupakan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan aneimia, yang merupakan faktor terjadinya kelahiran Stunting," terang Winanda. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang