Angka Kecelakaan Tinggi, KAI Sumbar akan Tutup 245 Perlintasan Sebidang

Al Imran | Minggu, 21-08-2022 | 08:36 WIB | 461 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Angka Kecelakaan Tinggi, KAI Sumbar akan Tutup 245 Perlintasan Sebidang<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat jadi keynote speech dalam Focus Group Discusion (FGD) Keselamatan Bidang Perkeretaapian di Padang, Sabtu. (humas)

PADANG (20/9/2022) - Jalan inspeksi di sisi jalur kereta api, dipandang akan jadi alternatif penyelesaian penurunan angka kecelakaan yang melibatkan moda transportasi angkutan massal tersebut.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat jadi keynote speech dalam Focus Group Discusion (FGD) Keselamatan Bidang Perkeretaapian di Padang, Sabtu.

FGD ini mengangkat tema "Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang dengan BERTEMAN (berhenti, tengok kanan, kiri, aman, jalan).


"Jalur inspeksi atau jalan dan lahan yang ada di sisi sepanjang rel kereta api di Sumbar, supaya dioptimalkan pemanfaatannya guna mengurangi tingkat kecelakaan di perlintasan kereta api," ungkap Mahyeldi.

Dikatakan, transportasi yang paling aman saat ini adalah kereta api. Paling cepat dan murah. Yang perlu sekarang adalah pengamanan jalur kereta api, sebab rute yang dilalui perumahan masyarakat sangat padat.

"Karena itu konsep 'Berteman' ini sangat bagus sekali," ujar Mahyeldi.

Kegiatan FGD yang digelar oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Dirjen Perkeretaapian, Kemenhub RI, ini merupakan salah satu upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemangku kepentingan lain, demi meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang di Sumbar.

Menurut Mahyeldu, sosialisasi 'BERTEMAN' harus diiringi dengan advokasi terutama kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur kereta api.

"Lalu, optimalkan jalan inpeksi yang ada di sepanjang jalur kereta api. Fungsikan jalur ini, sehingga kuantitas perlintasan sebidang bisa diperkecil," lanjutnya.

Selain itu, Mahyeldi juga mengapresiasi rencana reaktivasi jalur kereta api ke Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman dan jalur ke Pauh Limo.

Dia berharap, jalur ke Padang, Panjang dan Bukittinggi juga diaktifkan kembali. Karena, akan sangat membantu mengurangi kemacetan.

Sepakat dengan gubernur, Plt Dirjen Perkeretaapian, Zulmafendi menyampaikan, pihaknya saat ini sedang membangun jalan inpeksi dan akan menutup 245 perlintasan sebidang dari 388 yang ada saat ini. Termasuk juga membangun sistem peringatan dini.

"Ini tanggung jawab kita bersama, pemda, pemerintah pusat dan masyarakat. Hal ini tentu menuntut kolaborasi dan kerjasama, sebab angka kecelakaan di perlintasan sebidang di Sumbar termasuk tinggi," ujar Zulfamendi.

Turut hadir dalam FGD ini perwakilan dari pemerintah kabupaten dan kota yang dilalui kereta api, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. (doa/MMC)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar