Beda Kanker dan Tumor, Ini Saran Pengobatan dari YSKI

Al Imran | Senin, 22-08-2022 | 19:07 WIB | 212 klik | Kota Padang Panjang
<p>Beda Kanker dan Tumor, Ini Saran Pengobatan dari YSKI<p>

Lola Novianti dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) Bukittinggi menjelaskan beda tumor dan kanker saat sosialisasi di kantor Diskominfo Padang Panjang, Senin. (kominfo)

PADANG PANJANG (22/8/2022) - Tumor merupakan gejala benjolan yang tidak normal (abnormal). Tumor terbagi atas tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak pertumbuhanya lambat, tapi bila dibiarkan dan tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berubah jadi ganas. Kalau sudah ganas, itulah yang dinamakan dengan kanker.

Terdapat tiga faktor pemicu kanker. Yaitu genetik (keturunan), kimia, fisika seperti polusi udara akibat asap rokok, asap pabrik dan sejenisnya serta pancaran radiasi dari benda seperti handphone (HP). Yang terakhir dari makanan dan minuman yang mengandung zat pengawet (carsinogen)

"Penggunaan HP untuk menelepon lebih dari 30 menit, akan mengakibatkan kanker otak. Apalagi penggunaan HP sedang dicas, radiasi yang ditimbulkan 1.000 kali lipat dibandingkan HP biasa," terang Lola Novianti dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) Bukittinggi.


Lola Novianto menerangkan hal itu, saat sosialisasi kanker dan tumor, di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Padang Panjang, Senin. Sosialisasi ini diadakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat bahaya kanker dan tumor. Kegiatan ini dihadiri pegawai dan staf Kominfo.

Dijelaskan Lola Novianti, mencegah kanker dengan pola hidup sehat dan suntik imunisasi. Karena kebanyakan masyarakat sangat sulit untuk menerapkan pola hidup sehat dan juga sangat mahalnya suntik imunisasi yang mencapai Rp1,5 juta untuk sekali suntik.

"Maka kami memberikan alternatif lain dengan mengonsumsi rempah-rempah," ujarnya.

Adapun rempah-rempahan tersebut berupa benalu teh dan keladi tikus (mengandung 50% zat antikanker), serta temu putih (mengandung 95% zat antikanker).

Selain itu, jelasnya lagi, mengonsumsi benalu teh dan keladi tikus 1 x 1 hari selama 6 bulan berturut-turut dapat mencegah kanker lima tahun ke depan.

Sedangkan temu putih dikonsumsi 1x1 hari selama 3 bulan berturut-turut dalam pencegahan kanker. Untuk pengobatan dikonsumsi 3x1 hari sampai sembuh.

"Adapun harapan dengan diadakannya kegiatan sosialisasi ini, bisa meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kanker dan tumor. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati," sebutnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar