Ini Cara Membedakan Batuk Pilek dan Omicron serta Biaya Tes PCR dan Antigen

Al Imran | Selasa, 23-08-2022 | 20:31 WIB | 201 klik | Nasional
<p>Ini Cara Membedakan Batuk Pilek dan Omicron serta Biaya Tes PCR dan Antigen<p>

Ilustrasi.

BAPIL dan Omicron memiliki indikasi dan gejala yang hampir serupa. Lalu, bagaimana membedakannya? Apakah yang kita rasakan ini Batuk Pilek (Bapil) atau Omicron.

Diketahui, Omicron merupakan varian baru dari virus corona SARS-CoV-2 yang sangat mudah menular. Meskipun varian baru ini dikatakan menyebabkan gejala ringan, tapi tingkat penularannya yang jauh lebih tinggi, bisa membuat rumah sakit menjadi kewalahan. Oleh karena itu, Omicron tetap perlu diwaspadai.

Sayangnya, gejala ringan yang disebabkan oleh omicron bisa membuat orang-orang tidak menyadari akan infeksi virus tersebut. Menurut Cook Children's, gejala yang paling umum dari varian omicron adalah sakit tenggorokan, batuk hidung tersumbat, pilek, dan kelelahan. Gejala tersebut mirip dengan gejala flu.

Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Omicron


Bila dilihat hanya dari gejalanya saja, mungkin sulit untuk membedakan flu biasa dengan varian Omicron.

Prof Eskild Petersen dari Aarhus University Hospital di Denmark mengungkapkan bahwa flu biasa dan Omicron seringkali sulit dibedakan, karena banyak orang, terutama mereka yang sudah divaksinasi, hanya mengalami gejala ringan yang mirip gejala flu biasa saat terinfeksi Omicron.

The UK's National Service mengungkapkan, gejala utama COVID-19 meliputi suhu tubuh yang tinggi, batuk baru yang berlangsung terus menerus dan kehilangan atau perubahan pada indra perasa atau penciuman.

Nah, gejala tersebut juga bisa tumpang tindih dengan gejala flu biasa yang meliputi hidung tersumbat atau berair, nyeri otot dan bersin-bersin.

Meski begitu, ada sedikit perbedaan di antara gejala flu biasa dengan omicron, yaitu:

Batuk Kering.

Pengidap COVID-19 sering mengalami gejala batuk kering, sedangkan flu biasa hanya kadang-kadang menimbulkan gejala tersebut.

Demam.

COVID-19 seringkali ditandai dengan gejala demam, sedangkan flu biasa jarang menyebabkan gejala tersebut.

Hidung tersumbat.

Gejala ini jarang ditemukan pada pengidap omicron, tapi sering terjadi pada pengidap flu biasa.

Sakit tenggorokan.

COVID-19 kadang-kadang menyebabkan sakit tenggorokan, sedangkan flu biasa sering kali ditandai dengan gejala ini.

Sakit kepala.

Meskipun sama-sama bisa menimbulkan gejala ini, menurut Dr Hai Shao, dokter penyakit menular di San Diego, pengidap omicron bisa mengalami sakit kepala yang parah.

Nyeri Badan.

Gejala ini kadang-kadang bisa dirasakan oleh pengidap COVID-19, termasuk omicron. Sementara pengidap flu biasa sering mengeluhkan gejala nyeri badan.

Bersin.

Gejala ini tidak diketahui bisa terjadi pada pengidap COVID-19, seperti omicron. Namun, flu biasa sering kali ditandai dengan bersin.

Kelelahan.

Baik pengidap omicron maupun flu biasa kadang-kadang bisa mengalami gejala ini.

Hilang Penciuman

Selain itu, flu biasa juga bisa menyebabkan hilangnya penciuman akibat hidung tersumbat atau bersin terus menerus.

Namun, bila kamu kehilangan penciuman secara tiba-tiba, kemungkinan besar itu adalah gejala Omicron. Bedanya gejala flu biasa dan omicron lainnya adalah omicron bisa menyebabkan sulit bernapas atau sesak napas, sementara flu biasa biasanya tidak menyebabkan gejala tersebut.

Meski begitu, menurut para ahli, cara terbaik untuk memastikan apakah gejala yang kamu alami disebabkan oleh flu biasa atau omicron adalah dengan melakukan tes COVID-19.

Karena rapid tes atau tes antigen COVID-19 dinilai memiliki sensitivitas yang lebih rendah untuk mendeteksi omicron, kamu dianjurkan untuk melakukan tes PCR (polymerase chain reaction).

Tes PCR dianggap sebagai cara paling andal dan akurat untuk mendeteksi potensi infeksi COVID-19. Sementara menunggu hasil tes, kamu juga dianjurkan untuk mengisolasi diri di rumah demi keamanan orang-orang di sekitar kamu.

Berikut Tarif PCR atau Antigen di Bandara:

PT Angkasa Pura I

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Rahadian D Yogisworo memberikan rincian harga antigen dan PCR di seluruh bandara AP I.

Berikut rinciannya:

1. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

  • Antigen: Rp 109.000
  • PCR: Rp 300.000

2. Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak

  • Antigen: Rp 300.000
  • PCR: Rp 100.000

3. Bandara Internasional El Tari Kupang

  • Antigen: Rp 300.000
  • PCR: Rp 50.000

4. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang

  • Antigen: Rp 275.000
  • PCR: Rp 75.000

5. Bandara Internasional Juanda Surabaya

  • Antigen: Rp 275.000
  • PCR: Rp 99.000

6. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)

  • Antigen: Rp 275.000
  • PCR: Rp 99.000

7. Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta

  • Antigen: Rp 275.000
  • PCR: Rp 99.000

8. Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo

  • Antigen: Rp 275.000
  • PCR: Rp 99.000

9. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado

  • Antigen: Rp 325.000
  • PCR: Rp 110.000

10. Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjar Baru Kalsel

  • Antigen: Rp 300.000
  • PCR: Rp 100.000

Tarif tes PCR dan antigen di bandara AP II

VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Akbar Putra Mahardhika mengatakan, tarif tes antigen di seluruh bandara AP II adalah Rp 85.000.

Untuk tes PCR, bandara AP II di Jawa memasang tarif Rp 275.000 dan Rp 300.000 untuk luar Jawa.

Tarif ini sesuai dengan dengan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Bandara yang berada di bawah AP II:

  1. Bandara Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  3. Kualanamu (Deli Serdang)
  4. Bandara Supadio (Pontianak)
  5. Bandara Minangkabau (Padang)
  6. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)
  7. Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)
  8. Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
  9. Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh)
  10. Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang)
  11. Bandara Sultan Thaha (Jambi)
  12. Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang)
  13. Bandara Silangit (Tapanuli Utara)
  14. Bandara Kertajati (Majalengka)
  15. Bandara Banyuwangi (Banyuwangi)
  16. Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya)
  17. Bandara Radin Inten II (Lampung)
  18. Bandara H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan)
  19. Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu)
  20. Bandara Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga). (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar