Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM Difasilitasi untuk Saling Belajar melalui PLM

Al Imran | Jumat, 26-08-2022 | 06:28 WIB | 271 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM Difasilitasi untuk Saling Belajar melalui PLM<p>

Perpustakaan dan Kearsipan memberikan arahan pada Peer Lear Meeting (PLM) bagi pengelola Perpustakaan Nagari dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kamis. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (25/8/2022) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pasaman Barat menggelar Peer Lear Meeting (PLM) bagi pengelola Perpustakaan Nagari dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis ini.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan, Muharram mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, perpustakaan juga dituntut semakin berkembang dalam meningkatkan kualitasnya.

"Menurut S. R Ranganathan perpustakaan adalah organisasi yang terus-menerus berkembang melakukan transformasi dan inovasi baru dari waktu ke waktu yang tidak hanya berdiam diri saja," kata Muharram.


Ia menambahkan, perpustakaan dituntut untuk melakukan pengembangan modal sosial kepada para pemustaka untuk problem solving peningkatan soft skill dan untuk menciptakan karya kreatif serta inovatif yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka berada sehingga masyarakat menjadi berdaya.

"Perpustakaan nagari yang berada di tengah-tengah masyarakat memberikan banyak kebermanfaatan. Perpustakaan nagari tidak hanya sebagai lembaga informasi yang menyediakan koleksi buku untuk dibaca oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan minat baca," ungkap dia.

"Lebih dari itu, perpustakaan nagari juga berfungsi untuk pemberdayaan masyarakat perpustakaan nagari melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui tiga aspek yaitu aspek guna manusia, aspek bina lingkungan, aspek bina kelembagaan. Hal tersebut merupakan cerminan dari program-program peningkatan kesejahteraan melalui ketiga aspek tersebut," tambahnya.

Dengan digelarnya kegiatan PLM ini, diharapkan dapat diketahui sejauh mana nagari merealisasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Seperti pelaksanaan kegiatan peningkatan layanan pelibatan masyarakat dan publikasi media.

Melalui PLM ini masing-masing pengelola bisa saling share keberhasilan atas pelaksanaan program transformasi berbasis inklusi sosial.

"Diharapkan, perpustakaan yang belum punya kegiatan termotivasi, untuk dapat membuat dan melaksanakan kegiatan nantinya," kata Muharram. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar