Siswa Multimedia SMKN 4 Padang Lahirkan Karya Film Berdurasi 40 Menit, Ini Alur Kisahnya

Al Imran | Jumat, 26-08-2022 | 21:04 WIB | 170 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Siswa Multimedia SMKN 4 Padang Lahirkan Karya Film Berdurasi 40 Menit, Ini Alur Kisahnya<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyaksikan tayangan film pendek berjudul 'Surga untuk Mama,' Kamis. Film ini bercerita tentang seorang anak yang menunaikan amanah almarhum ayahnya untuk jadi seorang hafizah. (humas)

PADANG (25/8/2022) - Film merupakan cara yang paling ampuh untuk menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, seluruh indera manusia pada saat itu tengah berfungsi mulai dari indera penglihatan, pendengaran, dan rasa.

"Dengan melibatkan seluruh indera dalam menyaksikan sesuatu, maka internalisasi nilai dalam film tersebut makin maksimal," ungkap Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat menyaksikan tayangan film pendek berjudul 'Surga untuk Mama,' Kamis.

Film ini merupakan karya siswa Multimedia SMKN 4 Padang yang bekerjasama dengan Pondok Tahfiz Faa'iza. Nonton bareng film ini digelar di auditorium gubernuran.


"Film adalah cara yang paling tepat untuk menyampaikan pesan-pesan moral baik secara eksplisit maupun implisit kepada para penonton," ujar Mahyeldi.

Dia mengatakan, dengan hadirnya film karya anak bangsa ini, merupakan suatu hal yang positif dalam mempublikasikan potensi-potensi yang ada di Sumbar, terutama di bidang pariwisata.

"Diharapkan, film ini dapat jadi inspirasi dan melahirkan sineas-sineas/ahli sinema baru dari ranah Minang yang mampu menciptakan karya-karya yang bernilai seni tinggi dan memperkenalkan budaya Minangkabau pada para perantau di tanah air dan luar negeri," harap Mahyeldi.

Film berdurasi 40 menit tersebut, menceritakan perjalanan kehidupan Zakira sebagai seorang anak yatim yang memiliki cita-cita jadi seorang hafizah (penghafal al Quran).

Keinginan anak berusia 10 tahun tersebut berasal dari amanat dan petuah ayahnya sebelum meninggal dunia.

Sutradara dari film Surga untuk Mama, Ardisyahid menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, berkat bantuannya pemutaran film tersebut dapat menghidupkan bioskop-bioskop lokal, yang selama Covid-19 sudah tidak aktif lagi.

"Saya berharap kepada Bupati/Wali Kota lainnya dapat memutar film tersebut di daerahnya masing-masing, karena film ini bernilai edukasi yang tinggi dan cocok ditonton untuk anak muda," katanya.

Selain itu, ia juga menginformasikan sedang menggarap film baru yang berjudul Amak, film ini akan tayang pada hari ibu tanggal 22 Desember 2022.

Nantinya Film Amak akan menggunakan bahasa Minangkabau. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar