Keluarga Eli Novia Blokade Jalan ke Pabrik Sawit PT RPSM, Ini Alasannya

Al Imran | Minggu, 28-08-2022 | 12:26 WIB | 498 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Keluarga Eli Novia Blokade Jalan ke Pabrik Sawit PT RPSM, Ini Alasannya<p>

Pengacara keluarga Eli Novia, Fardi Winaldi saat melakukan aksi pemblokiran jalan di tanah milik mereka, Sabtu. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (28/8/2022) - Jalan menuju pabrik kelapa sawit PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) Kinali, diblokade puluhan warga yang mengklaim tanah itu milik mereka.

"Tanah ini, milik Eli Novia yang tidak pernah dijual, disewakan ataupun digadaikan pada siapapun. Kami menguasaikembali dan plang juga telah kami pasang di atas tanah ini," kata pengacara keluarga Eli Novia, Fardi Winaldi usai menyampaikan aspirasi, Sabtu.

Dia mengatakan, jika ada pihak yang merasa dirugikan atas kegiatan yang mereka lakukan, silahkan tunjukkan dokumen dan gugat keranah hukum.


Menurutnya, tanah yang mereka klaim itu merupakan tanah yang dihibahkan dari orang tua kepada anaknya atas nama Eli Novia.

"Aksi ini untuk mempertegas kepemilikan atas tanah karena ada pihak yang mengklaim itu milik mereka," tutur Fardi.

Saat masyarakat mulai menggali tanah jalan menuju PT RPSM itu, sempat terjadi kericuhan dan gesekan dengan para supir buah kelapa sawit yang hendak menuju pabrik PT RPSM.

Meskipun demikian, kelompok Eli Novia tetap terus menggali tanah jalan itu untuk dibuat portal. Akibatnya truk pembawa buah kelapa sawit tidak bisa melewati jalan itu dan membuat suasana memanas.

Namun dengan pengawalan dari pihak Polres Pasaman Barat, bentrok antara warga tidak berlangsung.

Dijelaskan Fardi, berdasarkan data atau surat kepemilikan pemohon sangat akurat di antaranya surat hibah tanggal 23 Juli 1997, surat pernyataan penyerahan hak tanggal 2 Juli 2007, surat penyataan kaum tanggal 2 Juli 2007.

Kemudian, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik) tanggal 2 Juli 2007, surat keterangan oleh Wali Nagari Kinali Nomor 46/SKT/WN.KNL/VII-2007 tertanggal 18-07-2007.

Berdasarkan kepemilikan itu maka penguasaan atas tanah dilakukan dalam rangka mempertegas hak kepemilikannya.

"Selain itu juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga menyatakan jalan yang di pagar itu tidak masuk jalan umum ataupun jalan khusus bahkan berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Barat No 188.45/97/Bup-Pas/2017 jalan yang dipagar bukan jalan umum ataupun khusus," tegasnya.

Keluarga pemilik tanah, Mursidi menegaskan. akan mempertahankan hak mereka sampai ke manapun.

"Itu bukan jalan umum, itu milik kami dengan bukti surat kepemilikan yang jelas," tegasnya.

Ia menegaskan, jalan yang ditutup itu bukan jalan umum seperti biasa. Sebelumnya hanya berupa jalan kecil yang sekelilingnya ditumbuhi kelapa sawit, masyarakat ingin pergi ke sungai atau ke kebun.

"Tanah itu milik adik saya Eli Novia dan wajar kami memilkinya karena tidak ada kejelasan," katanya.

Menurutnya, kepemilikan tanah itu sudah ada sejak 1982 milik orang tuanya dan dihibahkan ke adiknya Eli Novia pada 1997 dengan luas tiga hektare, termasuk tanah jalan ke pabrik PT RPSM. Jalan menuju pabrik itu muncul ketika pabrik sudah berdiri pada 2014 lalu.

Ia telah berupaya melakukan peringatan ke pihak perusahaan, namun tidak mendapatkan hasil kesepakatan.

Pada 2020, ia sudah pernah memblokade jalan tersebut, namun blokade beton diruntuhkan perusahaan dengan alat berat.

Sementara itu, Manager Operasional PT RPSM, Sofan mengatakan belum bisa menjawab persoalan tanah itu.

"Mereka mengklaim itu tanah mereka dan kami juga tidak mengatakan tanah itu milik kami. Namun kapasitas saya untuk menjawab tidak ada," katanya singkat.

Usai mendapat arahan dari Kepala Bagian Ops Polres Pasaman Barat Kompol Iman aksi warga yang memblokade jalan berakhir pada Sabtu (27/8/2022) sore dan truk bisa melewati jalan itu. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar